Berkah dalam Kaki Patah

Hidup penuh kejutan dan berkah yang tak terduga. Kadang berkahnya terselubung dalam “musibah”. Itulah yang saya pelajari dari tahun 2018.

Sejak benih-benih cinta pada olahraga lari tumbuh di akhir tahun 2016, saya mulai rutin menekuni hobi ini. Beberapa event lari saya ikuti, dimulai dari Jogja Beach Run 2017. Lari mengingatkan saya bahwa saya bisa belajar dan berubah. Dari yang dulunya lari 500 m saja sudah ngos-ngosan, jadi orang yang bisa ikut Borobudur Marathon kategori 10 km.

Finisher medal Borobudur Marathon 2017

Setelah berhasil menyelesaikan 10 km, saya jadi makin terpacu untuk lari. Target saya adalah ikut half marathon (21 km), full marathon (42 km), dan suatu saat nanti ikut ajang-ajang trail seperti BTS Ultra (lari di Bromo, Tengger, dan Semeru).

Tahun 2018, saya bertekad untuk step up dan mengikuti half marathon pertama seumur hidup. Ajang yang saya pilih adalah Borobudur Marathon di bulan November. Demi mewujudkan target ini, saya buat rencana latihan dan pasang di pintu lemari. Tiap habis lari, saya coret satu persatu target di kertas rencana. Kadang ada kalanya target tidak tercapai, tapi saya terus lari.

Rencana latihan half marathon

Sampai akhirnya bulan September datang dan “musibah” melanda.

Continue reading “Berkah dalam Kaki Patah”

Share this:

Berkutat dengan Kebiasaan

Sudah sukses mengubah diri, dari yang tidak kuat lari 300 meter jadi sukarela ikut event lari 10 km. Pikirku semuanya akan lebih mudah. Saya bukan lagi manusia gagal yang tidak bisa konsisten. Toh saya sudah membuktikan bisa membangun kebiasaan lari dan mencapai hal yang tadinya tidak mungkin, kan?

Salah.

Continue reading “Berkutat dengan Kebiasaan”

Share this:

Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis

Minggu lalu saya ikut event lari untuk kali pertama. Jogja Beach Run 2017 yang diselenggarakan di area Pantai Parangtritis, Yogyakarta tanggal 30 Juli kemarin. Di antara tiga kategori–2,5K fun run, 5K, dan 10K–saya pilih yang 5K. Sebelum ikut acara ini, saya sudah rutin lari selama beberapa bulan. Sudah bisa non-stop 5 kilometer, tapi kecepatannya belum seberapa. Sebenarnya nggak pede, tapi mau tantangan jadi nekat saja pilih 5K.

Pokok’e budhal

Continue reading “Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis”

Share this:

Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan

Beberapa bulan ini saya punya rutinitas dan hobi baru: jogging. Dari yang awalnya 500 meter saja sudah ngos-ngosan sampai sekarang non-stop satu jam, saya jalani rutin meski tiap kali selalu ada pikiran “males ah, susah ah” (toh kalau sudah lewat kilometer kedua, rasanya seakan bisa lanjut sampai kapan pun, pokoknya jalani saja).

Hari ini jadwal jogging saya. Saya keluar area perumahan menuju jalan raya, tidak terlalu besar, tapi biasanya jadi jalannya sejuta umat. Langit sudah terang, tapi masih terlalu pagi untuk orang-orang yang berangkat kerja maupun sekolah.

Sudah lewat kira-kira kilometer keenam, tiba-tiba saya merasakan tangan seseorang di pantat saya. Kaget, saya menjerit dan menoleh; ada pria bersepeda motor, lewat sambil entah bergumam apa. Saya tidak ingat, yang jelas nadanya geli, seakan-akan ada sesuatu yang lucu dan pantas ditertawakan. Ia terus melaju dengan motornya. Saya terus berlari, kini dengan hati yang kalut.

Continue reading “Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan”

Share this: