Yang Saya Rasakan Ketika Depresi

Sudah beberapa kali saya menulis pengalaman saya menghadapi penyakit depresi. Sekilas tentang pikiran-pikiran bunuh diri yang saya miliki, serta apa yang saya lakukan ketika pikiran-pikiran itu begitu lantang dan mengganggu aktivitas saya sehari-hari.

Waktu pertama kali menulis pengalaman saya di blog, orang-orang di sekitar saya merespon dengan memberikan dukungan. Cuma yang menarik, ada beberapa kenalan yang mengungkapkan rasa kaget mereka. Mereka bilang, “Nggak nyangka kamu depresi.”

Wajar mereka tidak tahu. Karena dulu saya memang tidak pernah cerita. Apalagi saya juga pada umumnya terlihat baik-baik saja. Bisa kuliah/kerja. Bisa berinteraksi dengan orang lain. Bukan yang setiap saat kelihatan murung atau tiba-tiba menghilang berhari-hari. Ternyata memang ada tipe depresi yang seperti itu. Secara umum terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya merasakan sakit.

Ini ada video sekitar 10 menit yang bisa menggambarkan apa yang saya rasakan selama ini. Sebelumnya saya mau sampaikan, saya belum pernah didiagnosa mengidap “High Functioning Depression / Persistent Depressive Disorder” yang dibahas di video ini. Diagnosa saya dua tahun lalu adalah mild depression. Tahun ini saya konseling dengan psikolog, tapi kami tidak membahas label untuk penyakit saya. Saya tidak mendukung self diagnose jadi saya tidak mau melabeli diri dengan tipe depresi ini kecuali ada diagnosa dari psikolog atau psikiater. Di sini saya cuma mau memberikan gambaran karena gejala-gejala yang dibahas di video ini sama seperti yang saya rasakan.

Continue reading “Yang Saya Rasakan Ketika Depresi”
Share this:

Pengalaman Konseling dengan Psikolog Puskesmas

Saya berkutat dengan isu kesehatan mental bukan cuma setahun dua tahun belakangan. Sudah dari zaman masih pakai seragam putih abu-abu dan masih berlanjut sampai sekarang di paruh akhir usia kepala dua.

Jadi sebenarnya saya sudah berpengalaman dan mampu menghadapi, apalagi sejak tahun 2015 sudah belajar caranya minta bantuan. Cuma kadang-kadang perjuangan ini terasa berat banget karena satu hal.

Continue reading “Pengalaman Konseling dengan Psikolog Puskesmas”
Share this:

Tembang Kenangan: Lagu yang Berubah Makna

Biasanya saya mengaitkan satu lagu dengan satu kenangan atau periode tertentu. Misalnya lagu “No Me Ames” yang mengingatkan pada perjalanan keluarga dari Surabaya ke Jogja, atau lagu “Aku Bisa” yang membawa saya kembali ke masa SMP.

Tapi ternyata ada lagu yang kenangan dan maknanya berubah seiring berjalannya waktu. Baru-baru ini saya merasakannya dengan lagu “Kiseki” oleh GReeeeN.

Continue reading “Tembang Kenangan: Lagu yang Berubah Makna”
Share this:

Dini

Ternyata yang kami lihat berbeda.

Aku melihat pesona di kemandiriannya, manis di pipi cempluknya saat kesal, indah yang memancar dari dirinya.

Bukan berarti yang lainnya tak tampak. Aku juga melihat kasar di sikapnya saat ada masalah, lemah di balik kata-kata tegasnya, dengki yang kadang melintas di matanya.

Tapi ya sudah. Memang begitu adanya manusia. Memang begitu aku mencintainya.

Ternyata yang kami lihat berbeda.

Di matanya hanya tampak cacat, gores, luka. Di benaknya hanya ada buruk, jelek, hina.

Aku melihat dia seutuhnya. Dia melihat dirinya kurang dari itu.

****
Continue reading “Dini”

Share this: