Kata Serapan Dalam Bahasa Jepang: エスカレート

Sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Jepang banyak menyerap kata-kata dari bahasa asing, mulai dari bahasa Inggris sampai bahasa Jerman. Kata-kata ini tidak dipakai apa adanya, tapi disesuaikan dengan bahasa dan budaya Jepang.

Ada banyak pelafalan di kata-kata bahasa Inggris yang susah diucapkan dengan lidah orang Jepang. Oleh karena itu, kata-kata serapan dalam bahasa Jepang banyak yang disesuaikan pengucapannya sehingga terdengar berbeda dari kata-kata aslinya. Ini menimbulkan tantangan tersendiri untuk pembelajar bahasa Jepang, khususnya yang sudah mempelajari bahasa Inggris sebelum bahasa Jepang. Kata-kata serapan dari bahasa Inggris kadang sulit dipahami karena pelafalan bisa jadi jauh berbeda. Otak kita sudah terlanjur mengenal pelafalan aslinya dalam bahasa Inggris jadi agak lambat menangkap pelafalan barunya dalam bahasa Jepang.

Tidak hanya bunyinya, makna dari kata-kata serapan juga ada yang berubah dari makna aslinya. Dobel deh bingungnya. Saya sendiri merasakan kesulitan karena hal ini, dan kadang merasa kalau bahasa Inggris saya jadi jelek :p karena terlalu terbiasa dengan penggunaan kata-kata serapan Inggris yang alami di bahasa Jepang tapi tidak di lingkungan berbahasa Inggris yang sebenarnya.

Ada banyak orang asing pengguna bahasa Jepang (termasuk saya) yang merasa ngeri dengan banyaknya penggunaan kata serapan dalam bahasa Jepang. Kalau kebanyakan campur bahasa non-Jepang jadi malah susah dipahami, hahaha.

Penggambaran betapa horornya bahasa Jepang yang kebanyakan kata serapan

Baru-baru ini saya melihat penggunaan kata serapan bahasa Inggris yang sebenarnya sudah banyak digunakan, tapi mungkin membingungkan bagi orang yang baru mulai mengenal bahasa dan budaya Jepang.

Continue reading “Kata Serapan Dalam Bahasa Jepang: エスカレート”
Share this:

Belajar dari Subtitle: “Full Metal Panic! One Night Stand”

Karena memang minat dengan bahasa, apalagi pernah dua tahun lebih menerjemahkan subtitle acara TV dan film untuk menghidupi diri, saya jadi sering memperhatikan subtitle ketika nonton sesuatu.

Kapan lalu saya nonton film animasi Jepang, “Full Metal Panic! 2nd Section – One Night Stand“. Ini salah satu judul di serial “Full Metal Panic!” yang berawal dari light novel terbitan tahun 1998, lalu diadaptasi jadi anime, komik, dan game. Ceritanya tentang Sousuke Sagara, remaja laki-laki yang hidup besar di medan perang dan sekarang jadi anggota organisasi militer anti-teroris. Dia ditugaskan melindungi Kaname Chidori, remaja perempuan Jepang yang karena alasan tertentu ditarget oleh banyak organisasi berbahaya.

Film yang baru saya tonton ini dirilis tahun 2017 dan bagian kedua dari tiga digest film yang merangkum 24 episode dari musim pertama serial anime Full Metal Panic! (tayang tahun 2002). Saya sudah nge-fans serial ini sejak nonton animenya di TV7 waktu SD kelas 4 (siapa yang masih ingat TV7?). Seneng banget lihat filmnya tersedia di iflix.

Tonton di iflix:

Full Metal Panic! 1st Section – Boy Meets Girl

Full Metal Panic! 2nd Section – One Night Stand

Full Metal Panic! 3rd Section – Into the Blue

Continue reading “Belajar dari Subtitle: “Full Metal Panic! One Night Stand””

Share this: