Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis

Minggu lalu saya ikut event lari untuk kali pertama. Jogja Beach Run 2017 yang diselenggarakan di area Pantai Parangtritis, Yogyakarta tanggal 30 Juli kemarin. Di antara tiga kategori–2,5K fun run, 5K, dan 10K–saya pilih yang 5K. Sebelum ikut acara ini, saya sudah rutin lari selama beberapa bulan. Sudah bisa non-stop 5 kilometer, tapi kecepatannya belum seberapa. Sebenarnya nggak pede, tapi mau tantangan jadi nekat saja pilih 5K.

Pokok’e budhal

Continue reading “Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis”

Share this:

Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan

Beberapa bulan ini saya punya rutinitas dan hobi baru: jogging. Dari yang awalnya 500 meter saja sudah ngos-ngosan sampai sekarang non-stop satu jam, saya jalani rutin meski tiap kali selalu ada pikiran “males ah, susah ah” (toh kalau sudah lewat kilometer kedua, rasanya seakan bisa lanjut sampai kapan pun, pokoknya jalani saja).

Hari ini jadwal jogging saya. Saya keluar area perumahan menuju jalan raya, tidak terlalu besar, tapi biasanya jadi jalannya sejuta umat. Langit sudah terang, tapi masih terlalu pagi untuk orang-orang yang berangkat kerja maupun sekolah.

Sudah lewat kira-kira kilometer keenam, tiba-tiba saya merasakan tangan seseorang di pantat saya. Kaget, saya menjerit dan menoleh; ada pria bersepeda motor, lewat sambil entah bergumam apa. Saya tidak ingat, yang jelas nadanya geli, seakan-akan ada sesuatu yang lucu dan pantas ditertawakan. Ia terus melaju dengan motornya. Saya terus berlari, kini dengan hati yang kalut.

Continue reading “Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan”

Share this:

Gadis Kunang-Kunang

Aku tak bermaksud mengintip, sungguh. Aku hanya sedang duduk di bangku taman ini, sudah sejak sejam yang lalu, dan ketika seorang wanita muda berjalan mendekat, menundukkan kepala ke arahku, aku mengangguk dan membiarkan wanita itu mengambil tempat kosong di sebelahku. Beberapa saat berlalu dan kami sibuk dengan kegiatan masing-masing; aku dengan mengamati burung-burung di atas pohon seberang, wanita itu… entah dengan apa, aku tidak tahu. Aku tidak melihat dan tidak ada niat untuk mencampuri urusan orang.

Baru pada saat aku melihat seekor burung merpati di atas tanah, menapak mendekat ke arah bangku, aku memutar badan untuk meraih tas yang tergeletak di sampingku, hendak mengambil sebungkus roti yang tadi ku beli di minimarket. Ketika itulah aku melihat apa yang dilakukan wanita itu, benda yang berada di pangkuannya.

Continue reading “Gadis Kunang-Kunang”

Share this:

Sandiwara

Ketika tangan itu menyentuh pipi kirinya, Ratna merasakan sengatan yang menjalar dengan cepat ke sekujur tubuhnya, membuat dadanya bergetar. Sejak itu, segalanya jadi terasa lebih jelas. Betapa tangan yang kasar itu membelai tubuhnya dengan lembut. Bagaimana aroma rempah dari tubuhnya sendiri bercampur dengan aromanya. Ia akhirnya dapat melihat, setelah bertahun-tahun, bahwa ada luka kecil di sisi kiri wajah orang itu, tepat di sebelah daun telinga. Ia juga akhirnya tahu bahwa pertemuan antara bibir, lidah, dan air liur dari dua orang dapat menghasilkan rasa yang begitu manis. Sungguh tidak disangka.

Dengan panca indera yang menjadi begitu peka, Ratna merasa penuh sekaligus lapang. Sensasi yang aneh. Mungkinkah ini yang dirasakan para pria dan wanita di pesta-pesta istana. Mungkin ini yang dinamakan mabuk.

Kalau iya, aku tidak keberatan mabuk selamanya, begitu pikir Ratna.

Tetapi pikiran itu langsung terhapus dari kepala Ratna ketika orang itu meninggalkan lehernya dan muncul sekilas di hadapan Ratna. Hanya sejenak sebelum wajah itu kembali menghilang, kali ini menelusuri dada dan perut Ratna. Dalam waktu yang sedikit itu Ratna terlanjur melihat.

Continue reading “Sandiwara”

Share this:

Belajar Baca Teks Bahasa Jepang Sambil Memanjakan Mata dengan MATCHA

Membaca biasanya jadi momok bagi para pembelajar bahasa Jepang. Lebih asyik belajar kaiwa (percakapan) dengan teman-teman atau belajar listening dengan nonton drama dan mendengarkan musik, kan?

Sebenarnya belajar membaca teks bahasa Jepang juga bisa dibawa asyik, kok. Misalnya dengan MATCHA Yasashii Nihongo (やさしい日本語).

Continue reading “Belajar Baca Teks Bahasa Jepang Sambil Memanjakan Mata dengan MATCHA”

Share this:

Berlari

Aku berlari dan berlari, tapi tetap tak bisa lari darinya.

Beberapa bulan ini aku rutin lari pagi. Waktu pelajaran olahraga di SMA, aku payah dalam berlari. Pokoknya bukan tipe yang aktif. Tapi 6 tahun kemudian, aku bisa lari selama satu jam dan merasa masih kurang. Aneh ya.

Dulu aku benci kotor, berbasah-basah. Sekarang aku suka bermandikan keringat. Dulu aku malas sekali pergi ke luar. Sekarang aku masih suka berdiam di kamar, tapi juga suka keluar pagi-pagi dan berlari. Manusia itu bisa juga berubah ya. Wajar sih.

Tapi…

Aku berlari dan berlari, tapi ada satu yang tak berubah. Selalu ada ke mana pun aku pergi, selalu nampak tanpa perlu melihat cermin. Tak bisa lari, tak peduli apapun yang kulakukan.

Karena tak seharusnya aku lari darinya. Harusnya ku peluk dan ku rengkuh, seperti matahari memeluk gunung ini dengan sinarnya yang lembut.

Share this:

Bulan Kesehatan Mental: Tulisan untuk Diri Sendiri

Layanan blogging Tumblr merayakan bulan kesehatan mental ini dengan mengadakan aksi Post it Forward, berbagi konten blog yang membantu meningkatkan kesadaran orang terhadap kesadaran mental. Minggu pertama diisi dengan konten yang menceritakan bagaimana kita menjaga kesehatan mental.

Agak terlambat, tapi aku mau ikut berbagi di sini.

Foto: Milo
Sekilas tampak tidak ada hubungannya tapi membuatku tersenyum, jadi relevan dengan kesehatan mental

Continue reading “Bulan Kesehatan Mental: Tulisan untuk Diri Sendiri”

Share this: