Perkenalkan Anakku Vera

Sebenarnya sudah cukup terbiasa merawat makhluk hidup. Selama 17 tahun hidup di rumah orang tua sudah pernah pelihara empat kelinci dan dua anjing. Meski tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas mereka (duit makan dan vaksin = dompet orang tua), setidaknya sudah berpartisipasi aktif memberi makan/minum, memandikan, dsb. Peduli ketika lihat tempat minum mereka kotor dan kosong, bertindak segera untuk memastikan kesejahteraan mereka. Bukan sekadar “Aaa lucunya. Elus-elus. Peluk-peluk.”

Continue reading “Perkenalkan Anakku Vera”

Share this:

Renungan: Percakapan dengan Bapak

Ini minggu keenam saya sebagai pegawai kantoran, setelah 1,5 tahun menyokong diri sendiri sebagai full-time freelancer. Ternyata cepat juga menyesuaikan diri; kerjaan terasa menyenangkan, lingkungan oke, secara keseluruhan tidak ada kendala berarti.

Kerjaan freelance masih jalan. Kantor tidak melarang asal tidak mengganggu pekerjaan utama.  Supervisor saya sudah tahu kalau saya masih terima kerjaan sampingan. Tidak ada komplain.

Cuma akhir-akhir ini rasanya berat. Mungkin karena pas kondisi badan tidak fit. Batuk tanpa henti berhari-hari, badan pegal-pegal, lengan kanan entah kenapa sakit padahal tidak ada kejadian jatuh atau ketarik. Badan tidak sehat, jiwa ikut sakit.

Di saat-saat seperti ini teringat percakapan dengan Bapak.

“Aku nggak tahu bedanya. Apa aku mencoba melakukan sesuatu yang di luar batasku? Atau aku kurang mendorong diriku untuk mencapai yang terbaik yang bisa aku lakukan?”

Continue reading “Renungan: Percakapan dengan Bapak”

Share this:

Tips Googling untuk Belajar Bahasa dan Penerjemahan

Beruntungnya kita para pembelajar bahasa asing dan penerjemah karena hidup di zaman internet. Materi belajar turah-turah dan tidak sedikit yang bisa diakses secara gratis. Bingung menerjemahkan suatu kata? Googling saja.

Mungkin belum banyak yang tahu,  ada tips-tips menggunakan mesin pencarian (Google, dsb.) yang bisa membuat belajar dan kerja jadi lebih efektif.

 

Continue reading “Tips Googling untuk Belajar Bahasa dan Penerjemahan”

Share this:

Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis

Minggu lalu saya ikut event lari untuk kali pertama. Jogja Beach Run 2017 yang diselenggarakan di area Pantai Parangtritis, Yogyakarta tanggal 30 Juli kemarin. Di antara tiga kategori–2,5K fun run, 5K, dan 10K–saya pilih yang 5K. Sebelum ikut acara ini, saya sudah rutin lari selama beberapa bulan. Sudah bisa non-stop 5 kilometer, tapi kecepatannya belum seberapa. Sebenarnya nggak pede, tapi mau tantangan jadi nekat saja pilih 5K.

Pokok’e budhal

Continue reading “Lima Kilometer Pertamaku di Pantai Parangtritis”

Share this:

Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan

Beberapa bulan ini saya punya rutinitas dan hobi baru: jogging. Dari yang awalnya 500 meter saja sudah ngos-ngosan sampai sekarang non-stop satu jam, saya jalani rutin meski tiap kali selalu ada pikiran “males ah, susah ah” (toh kalau sudah lewat kilometer kedua, rasanya seakan bisa lanjut sampai kapan pun, pokoknya jalani saja).

Hari ini jadwal jogging saya. Saya keluar area perumahan menuju jalan raya, tidak terlalu besar, tapi biasanya jadi jalannya sejuta umat. Langit sudah terang, tapi masih terlalu pagi untuk orang-orang yang berangkat kerja maupun sekolah.

Sudah lewat kira-kira kilometer keenam, tiba-tiba saya merasakan tangan seseorang di pantat saya. Kaget, saya menjerit dan menoleh; ada pria bersepeda motor, lewat sambil entah bergumam apa. Saya tidak ingat, yang jelas nadanya geli, seakan-akan ada sesuatu yang lucu dan pantas ditertawakan. Ia terus melaju dengan motornya. Saya terus berlari, kini dengan hati yang kalut.

Continue reading “Pengalaman Saya Menyikapi Pelecehan”

Share this:

Gadis Kunang-Kunang

Aku tak bermaksud mengintip, sungguh. Aku hanya sedang duduk di bangku taman ini, sudah sejak sejam yang lalu, dan ketika seorang wanita muda berjalan mendekat, menundukkan kepala ke arahku, aku mengangguk dan membiarkan wanita itu mengambil tempat kosong di sebelahku. Beberapa saat berlalu dan kami sibuk dengan kegiatan masing-masing; aku dengan mengamati burung-burung di atas pohon seberang, wanita itu… entah dengan apa, aku tidak tahu. Aku tidak melihat dan tidak ada niat untuk mencampuri urusan orang.

Baru pada saat aku melihat seekor burung merpati di atas tanah, menapak mendekat ke arah bangku, aku memutar badan untuk meraih tas yang tergeletak di sampingku, hendak mengambil sebungkus roti yang tadi ku beli di minimarket. Ketika itulah aku melihat apa yang dilakukan wanita itu, benda yang berada di pangkuannya.

Continue reading “Gadis Kunang-Kunang”

Share this: