Sudah Enam Tahun Ya

Tahun 2000-an awal

Dulu dia sering nakut-nakutin aku. Padahal badannya kecil. Dia selalu tiba-tiba keluar dari bawah pagar, menggonggong dan mengejar. Ya mana berani aku. Si Gendut dari gang belakang aja nggak gitu, padahal tampangnya lebih garang. Blacky memang anjing paling serem, bukan cuma se-gang XI, tapi se-RT 01.

Blacky dan Si Gendut (nama asli, bukan samaran)

Continue reading “Sudah Enam Tahun Ya”

Share this:

Berkah dalam Kaki Patah

Hidup penuh kejutan dan berkah yang tak terduga. Kadang berkahnya terselubung dalam “musibah”. Itulah yang saya pelajari dari tahun 2018.

Sejak benih-benih cinta pada olahraga lari tumbuh di akhir tahun 2016, saya mulai rutin menekuni hobi ini. Beberapa event lari saya ikuti, dimulai dari Jogja Beach Run 2017. Lari mengingatkan saya bahwa saya bisa belajar dan berubah. Dari yang dulunya lari 500 m saja sudah ngos-ngosan, jadi orang yang bisa ikut Borobudur Marathon kategori 10 km.

Finisher medal Borobudur Marathon 2017

Setelah berhasil menyelesaikan 10 km, saya jadi makin terpacu untuk lari. Target saya adalah ikut half marathon (21 km), full marathon (42 km), dan suatu saat nanti ikut ajang-ajang trail seperti BTS Ultra (lari di Bromo, Tengger, dan Semeru).

Tahun 2018, saya bertekad untuk step up dan mengikuti half marathon pertama seumur hidup. Ajang yang saya pilih adalah Borobudur Marathon di bulan November. Demi mewujudkan target ini, saya buat rencana latihan dan pasang di pintu lemari. Tiap habis lari, saya coret satu persatu target di kertas rencana. Kadang ada kalanya target tidak tercapai, tapi saya terus lari.

Rencana latihan half marathon

Sampai akhirnya bulan September datang dan “musibah” melanda.

Continue reading “Berkah dalam Kaki Patah”

Share this: