Mencintai Diri Sendiri: Mirror Challenge

Saya sedang cuti. Menghabiskan waktu santai di kampung halaman bersama keluarga. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Tapi masih saja saya bangun diserang gelisah, takut, sedih. Air mata jatuh mencemaskan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya butuh proses.

Bukan hal yang langka bagi saya, setelah sekian tahun berkutat dengan masalah kesehatan mental. Tidak jarang saya berperang melawan kondisi seperti ini, dan kadang saya kalah.

Untungnya saya tipe proaktif. Pagi ini saya bangun merasa busuk, shitty, dan karena itu saya bertindak dengan menonton video-video tentang self care.

Salah satu yang saya tonton pagi ini adalah video TEDx oleh Iskra Lawrence, seorang model yang mempromosikan penggambaran yang lebih sehat akan tubuh di media, dan perawatan diri secara mental, fisik, dan emosional.

Continue reading “Mencintai Diri Sendiri: Mirror Challenge”

Share this:

Mengenang Tumbuhnya Bibit Cinta: Dari Pacar Keling Hingga Kusuma Bangsa

Lika-liku kisah cinta saya dengan olahraga, khususnya lari, sudah pernah saya ceritakan sedikit. Memang dulu zaman SMA saya belum jatuh hati pada kegiatan lari, tapi setelah diingat-ingat, waktu itu sudah ada bibitnya.

Saya versi SMA suka menggerakkan kaki lebih daripada orang kebanyakan.

Selama tiga tahun saya berangkat dan pulang sekolah naik bemo (angkotnya Surabaya). Belum jam setengah enam, saya sudah stand by dalam keremangan menunggu bemo T2.

Tampak dalam bemo T2. Biasanya ada stiker “Mau turun kampus C, bilang sopir”. Luarnya warna coklat ke arah krem.

Continue reading “Mengenang Tumbuhnya Bibit Cinta: Dari Pacar Keling Hingga Kusuma Bangsa”

Share this: