6 Tips Multitasking untuk Semua Kalangan

Hidup biasanya menuntut kita untuk bisa multitasking. Di saat sibuk dengan tugas-tugas kuliah atau kerja, muncul urusan rumah yang harus ditangani. Belum lagi kegiatan-kegiatan bersama teman atau rekan komunitas. Tidak jarang kita dipaksa menangani semuanya sekaligus.

Ilustrasi: lelah dengan hidup dan boboan aja. Model: Milo

Kalau dibandingkan, saya tipe yang lumayan bisa multitasking. Dulu waktu kuliah semester 7, saya ambil SKS sampai batas maksimal, ini termasuk skripsi. Selain itu saya juga bekerja sebagai penerjemah freelance. Dan tidak hanya menerjemahkan sendiri, saya juga mengelola dua tim penerjemah sekaligus.

Dua tahun terakhir juga cukup padat. Bekerja di kantor 5 hari seminggu, disambi mengelola satu tim penerjemah untuk proyek rutin. Ada bulan-bulan tertentu yang ketambahan job penerjemahan buku. Di sela-sela bekerja, saya masih sempat olahraga rutin, sosialisasi, melakukan hobi menulis, nonton drama dan main medsos.

Memang kondisi saya relatif memudahkan. Saya tinggal sendiri, rumah dekat kantor, dan pekerjaan kantor jarang lembur. Ini memberi saya lebih banyak waktu dan energi karena tidak perlu berurusan dengan kemacetan jalan dan sebagainya.

Mungkin kondisi teman-teman kurang fleksibel dibandingkan dengan saya. Tapi tips-tips yang saya sampaikan di sini semuanya hal-hal mendasar yang bisa diaplikasikan ke kondisi apa pun. Silakan dicoba dan semoga membantu ^^

Continue reading “6 Tips Multitasking untuk Semua Kalangan”

Share this:

Napak Tilas Osaka Bersama Ibu

November 2018 saya ke Jepang bersama mantan teman berantem dan menghabiskan 7 hari mengenal dia lebih jauh. November tahun ini lagi-lagi saya ke Jepang. Bedanya kali ini saya pergi bersama ibu saya. Baru ini saya wisata berdua saja dengannya.

Tempat tujuannya juga istimewa: Osaka, tempat saya menghabiskan 1 tahun untuk program pertukaran pelajar di tahun 2013-2014. Sejak program itu, saya belum kembali menginjakkan kaki di Osaka.

Kembali

Kampus tempat saya belajar dulu ada di daerah utara Prefektur Osaka, yaitu di Minoh. Sekitar dua tahun lagi, kampus ini akan pindah lokasi. Makanya beruntung banget bisa kembali ke sana sebelum pindah, ditambah lagi bersama dengan ibu.

Continue reading “Napak Tilas Osaka Bersama Ibu”

Share this:

Semacam Ulasan: Film “The Fable” (Jepang, 2019)

PERINGATAN: Tulisan ini mengandung sedikit (?) spoiler.

Kapan lalu film ini sempat diputar di Jakarta dalam rangka Japanese Film Festival 2019. Sayangnya saya tidak sempat nonton. Nggak bisa nonton di bioskop, ternyata dapet kesempatan nonton film ini di pesawat ANA.

Photo: movies.yahoo.co.jp

Informasi “The Fable” di IMDB, AsianWiki, dan MyDramaList.com

Continue reading “Semacam Ulasan: Film “The Fable” (Jepang, 2019)”

Share this:

Manisnya Hasil Konsistensi

Baru-baru ini saya pergi ke dokter gigi untuk scalling alias membersihkan karang gigi. Dokter ini langganan saya sejak pindah ke Jakarta hampir 2 tahun lalu.

“Aduh, coba semua pasien saya kayak kamu.” Dia memuji begitu. Pasalnya saya rutin scalling tiap 6 bulan sekali. Karena rajin, karang gigi hanya terbentuk di tempat-tempat yang memang wajar, dan menumpuknya tidak terlalu banyak.

Continue reading “Manisnya Hasil Konsistensi”

Share this:

Perjalanan Menurunkan Berat Badan: Bulan Ke-8

Sebelumnya saya sudah pernah cerita soal 6 bulan pertama usaha saya menurunkan berat badan. Bulan Februari saya mulai dengan 72 kg (tinggi 156 cm).

Sampai akhir bulan Juli saya menyewa jasa online coach. Saya merasa sangat terbantu, terutama dengan evaluasi mingguan. Sejak berhenti menggunakan jasa coach, saya harus bisa evaluasi sendiri tanpa ada rekan pertanggungjawaban. Ini hal yang sulit karena saya bukan tipe yang disiplinnya kuat. Karena itu saya memutar akal dan mulai posting evaluasi saya di Twitter.

Continue reading Perjalanan Menurunkan Berat Badan: Bulan Ke-8″

Share this: