Belajar dari Subtitle: “Ride on Time” Season 1 Episode 17

Baru-baru ini saya kembali menyelam ke fandom idol Jepang, khususnya idol dari agensi Johnny’s. Di agensi Johnny’s, idol-idol yang belum debut (rilis CD album) disebut dengan “Johnny’s Jr.” Nah, salah satu grup idol yang saya minati adalah Naniwa Danshi. Mereka termasuk Johnny’s Jr. di wilayah Kansai (Osaka dan sekitarnya).

https://www.tvlife.jp/wps/wp-content/uploads/2019/01/206330.jpg
Grup Naniwa Danshi dari Kansai Johnny’s Jr.

Karena lagi demen, saya jadi cari-cari konten Naniwa Danshi dan Kansai Johnny’s Jr. Ternyata di Netflix ada serial dokumenter “Ride on Time” yang meliputi perjalanan para grup idol di agensi Johnny’s. Season pertama episode 17-20 khusus membahas Kansai Johnny’s Jr., termasuk Naniwa Danshi.

Tonton Ride on Time di Netflix:
Ride on Time

Waktu nonton episode 17, ada beberapa istilah bahasa Jepang yang saya pikir susah untuk diterjemahkan. Saya jadi tertarik mengamati bagaimana istilah-istilah itu diterjemahkan dalam subtitle bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


1. 一発芸 (Ippatsu Gei)

Di adegan ini para anggota Kansai Johnny’s Jr. sedang berkumpul untuk latihan. Kamera menangkap momen ketika mereka berdatangan satu persatu ke ruangan latihan. Salah satu anggota bernama Kazuya Ohashi tiba-tiba bilang “一発芸しま~す” (ippatsu gei shimasu) yang artinya “Saya akan melakukan ippatsu gei.” Lalu dia melakukan split dan merentangkan tangannya sehingga membentuk karakter kanji 土 yang artinya “tanah”. Ini caranya Kazuya untuk melucu.

Karena sering menonton acara hiburan Jepang, saya paham dengan konsep ippatsu gei. Biasanya kata ini merujuk ke lelucon atau performance pendek yang ditampilkan orang-orang untuk memeriahkan suasana di acara kumpul-kumpul (misalnya acara minum-minum dengan kolega kantor) atau oleh para komedian di acara TV.

Definisi ippatsu gei. Sumber: dictionary.goo.ne.jp

Ippatsu gei bisa berupa cerita lucu yang pendek (tidak sampai satu menit) dengan ending yang bikin penonton “tertipu” dan tertawa. “Nggeletek” kalau kata orang Jawa Timur ya. Tapi sebenarnya nggak cuma lelucon, semacam trik sulap juga termasuk. Untuk gambarannya ini ada 10 contoh ippatsu gei oleh seorang Youtuber Jepang.

Meski sudah sering dengar dan paham apa yang dimaksud ippatsu gei, saya tidak bisa dengan cepat menerjemahkannya. Bagi saya, ippatsu gei itu konsep yang Jepang banget dan nggak ada padanan yang persis sama dalam budaya Indonesia, jadi di dalam kepala saya tetap dimaknai dalam bahasa Jepang, tidak diterjemahkan lagi. Baru setelah lihat terjemahan subtitle Ride On Time ini saya baru tahu ada beberapa cara untuk menerjemahkan ippatsu gei.

Konten
Caption bahasa Jepang一発芸しま~す
Subtitle bahasa IndonesiaAku akan beraksi!
Subtitle bahasa InggrisI’ll do a party stunt!

Subtitle bahasa Indonesia menyampaikan “Aku akan beraksi.” Di kalimat ini kata ippatsu gei tidak diterjemahkan menjadi kata benda seperti dalam kalimat bahasa Jepangnya, tapi diubah menjadi kata kerja “beraksi”. Menurut saya ini cukup cerdik, bisa menyampaikan pesan dari kalimat asli meski tidak ada padanan langsung dalam bahasa dan budaya Indonesia.

Sedangkan subtitle bahasa Inggris menerjemahkan ippatsu gei menjadi kata benda juga yaitu “party stunt” yang kira-kira artinya sama seperti ippatsu gei. Cuma saya kurang tahu apakah “party stunt” umum digunakan di negara-negara berbahasa Inggris untuk menyebut aksi seperti ippatsu gei ini. Kalau googling “party stunt” (pakai tanda kutip supaya kedua kata ini tidak terpisah), cuma muncul 134.000 hasil dan sejauh yang saya baca tidak merujuk ke hal yang persis sama dengan ippatsu gei. Mungkin sama seperti Indonesia, negara-negara berbahasa Inggris tidak ada budaya ippatsu gei. Tapi setidaknya “party stunt” bisa membantu memberi gambaran.


2. サービス精神 (Saabisu Seishin)

Masih lanjut dari sebelumnya, narator mengomentari adegan ippatsu gei Kazuya tadi dengan kalimat “全て彼らのサービス精神の表れだ” (subete karera no saabisu seishin no araware da).

“Saabisu” sendiri adalah kata serapan dari bahasa Inggris “service” (“pelayanan” dalam bahasa Indonesia), sedangkan “seishin” adalah “jiwa.” Istilah saabisu seishin merujuk ke perasaan rela mengerahkan seluruh tenaga untuk meramaikan suasana atau membuat orang lain senang (sumber: weblio). Di Wikipedia, saabisu seishin dipadankan dengan istilah “hospitality” dalam bahasa Inggris dan “penyantunan” dalam bahasa Indonesia.

Konten
Caption bahasa Jepang全て彼らのサービス精神の表れだ
Subtitle bahasa IndonesiaItu ekspresi kecintaan mereka untuk menghibur.
Subtitle bahasa InggrisIt’s an expression of their love to entertain.

Untuk konteks Ride on Time episode 17, saabisu seishin menggambarkan aksi melucunya Kazuya yang menampilkan perasaan Kazuya untuk menghibur orang lain. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “penyantunan” rasanya sulit dipahami. Mungkin karena itu penerjemah mengungkapkan kembali saabisu seishin menjadi “kecintaan untuk menghibur” dalam subtitle bahasa Indonesia dan “expression of love to entertain” dalam subtitle bahasa Inggris.


3. すべる (Suberu)

Dalam bekerja di dunia hiburan, anggota Kansai Johhny’s Jr. saling bantu membantu. Contohnya ketika syuting acara talkshow. Para anggota yang paling tua membantu anggota-anggota muda yang pengalamannya masih sedikit untuk memeriahkan acara. Salah satu yang paling berpengalaman adalah Ryuta Muro. Dia pandai komunikasi dan meramaikan suasana.

Muro menjelaskan perasaannya sebagai anggota Kansai Johnny’s Jr. yang senior. Dia mengatakan “もしね、面白いことやってすべってしまった場合でも…回収できるような人になりたい。もう何か、全員助けたいじゃないですか。” Yang menarik bagi saya adalah kata
すべってしまった (subete shimatta) yang diambil dari kata dasar すべる (suberu).

Kata suberu punya arti “meluncur” seperti “meluncur di atas salju area ski.” Selain itu, suberu juga digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyebut orang yang berusaha mengeluarkan lelucon tapi jadiya malah nggak lucu alias garing. Di kamus dictionary.goo.ne.jp merujuk ke arti nomor 7.

Definisi suberu. Sumber: dictionary.goo.ne.jp

Dalam subtitle bahasa Indonesia, kalimatnya adalah “Jika seseorang mencoba melakukan sesuatu dan gagal… aku ingin bisa menyelamatkan situasi itu. Aku ingin membantu semua orang.” Jadi kata suberu diterjemahkan menjadi “gagal.” Melihat subtitle ini saya baru sadar kalau suberu bisa diterjemahkan seperti ini.

Konten
Caption bahasa Jepangもしね、面白いことやってすべってしまった場合でも…
回収できるような人になりたい。
もう何か、全員助けたいじゃないですか。
Subtitle bahasa IndonesiaJika seseorang mencoba melakukan sesuatu dan gagal…
…aku ingin bisa menyelamatkan situasi itu.
Aku ingin membantu semua orang.
Subtitle bahasa InggrisIf someone tries to do something funny and fails…
I want to be able to save the situation.
I want to help everyone, you know?

4. Penjelasan intonasi dialek Kansai

Di adegan ini Daigo Nishihata yang asli orang Kansai bercerita tentang pahit manisnya bekerja di dunia hiburan sebagai orang Kansai. Daigo dapat berbagai kesempatan untuk akting di drama TV. Ketika mendapat peran sebagai orang Tokyo, terkadang dia kesulitan menghilangkan dialek Kansai dari ucapannya dan harus berlatih keras supaya terdengar seperti orang Tokyo.

Kansai meliputi Osaka, Kyoto, dan sekitarnya. Warganya biasanya berbicara dengan pemilihan kata dan intonasi yang berbeda dengan orang-orang Tokyo yang berbahasa Jepang standar. Daigo menjelaskan contoh kata-kata yang berbeda pengucapannya dalam dialek Kansai dan bahasa Jepang standar. Misalnya kata 文化祭 (bunkasai) yang artinya “festival budaya”. Dalam dialek Kansai, kata-katanya tetap bunkasai, tapi intonasi yang digunakan berbeda. Bunkasai dalam bahasa Jepang standar dilafalkan dengan intonasi turun, sedangkan dalam dialek Kansai nadanya naik setelah suku kata pertama (setelah “bun”).

Daigo menjelaskan dengan langsung mempraktekkan beda naik turunnya nada dalam kata bunkasai. Dia bilang “文化祭”が標準語で、”文化祭”が関西弁で yang kalau diartikan secara literal menjadi: “Festival budaya” itu bahasa Jepang standar, “festival budaya” itu dialek Kansai.

Kalau diterjemahkan apa adanya, penonton tidak akan paham bedanya apa. Saya saja yang lumayan paham bahasa Jepang tidak paham beda naik turunnya nada di kata bunkasai ini. Kalau dengar berkali-kali dan memperhatikan dengan baik mungkin bisa paham, tapi kalau cuma dengar sekali sambil nonton dokumenter ini, saya nggak bisa membedakan. Apalagi penonton yang sama sekali nggak paham bahasa Jepang. Pasti susah bagi mereka untuk membedakan intonasi bahasa Jepang standar dan dialek Kansai hanya dengan mendengarkan sekilas.

Di sini penerjemah subtitlenya mengakali dengan tidak menerjemahkan secara literal, tapi menjelaskan kalau dalam dalam bahasa Jepang biasa nadanya turun setelah suku kata pertama, sedangkan dalam dialek Kansai nadanya naik.

Menurut saya ini terjemahan yang bagus karena penonton yang melihat subtitle bisa dapat bayangan bedanya bahasa Jepang standar dengan dialek Kansai meskipun tidak bisa membedakan dengan pendengaran.

Konten
Caption bahasa Jepangこの前、映画に出させていただいた時とかも、”文化祭”あるじゃないですか。
それのイントネーションとかも分からんかったな、最初。
”文化祭”が標準語で、”文化祭”が関西弁で。
Subtitle bahasa IndonesiaSuatu kali, saat aku membintangi sebuah film, aku harus mengatakan “Festival budaya.”
Intonasiku untuk itu juga berbeda.
Dalam dialek Jepang biasa, nadanya turun setelah suku kata pertama,
tapi dalam dialek Kansai, nadanya naik.
Subtitle bahasa InggrisAnother time, when I was in a movie, I had to say “culture festival.”
My intonation for that was different too.
In standard Japanese, it goes down after the first syllable,
but in the Kansai dialect, it goes up.

5. 染まる (Somaru)

Melanjutkan penjelasan bedanya bahasa Jepang standar dengan dialek Kansai, Daigo bercerita contoh lain sulitnya jadi orang Kansai di dunia hiburan. Selama syuting drama dia terbiasa dengan bahasa Jepang standar. Ketika pulang ke kampung halaman, kadang-kadang dia keceplosan bicara dengan bahasa Jepang standar pada teman-temannya sesama orang Kansai. Teman-temannya mengejek Daigo dengan kata-kata 気持ち悪い (kimochi warui) dan 染まった (somatta).

Yang menarik bagi saya adalah kata somatta (染まった), bentuk lain dari kata dasar somaru (染まる). Kata somaru artinya “berubah warna,” tapi dalam konteks ini maknanya “ternodai oleh dialek Jepang standar.”

Defini somaru. Sumber: dictionary.goo.ne.jp

Makna kata somaru dalam konteks ini adalah makna nomor 3 di kamus dictionary.goo.ne.jp yaitu “Mendapat pengaruh dari suatu gagasan atau pola pikir. Atau kebiasaan buruk yang benar-benar menempel.” Teman-teman Daigo menganggap orang Kansai yang berbicara seperti orang Tokyo itu “ternodai” atau “tercemar hal buruk (dialek Jepang standar) ” sehingga mereka menggunakan kata somaru untuk mengejek Daigo.

Di subtitle bahasa Indonesia, somaru diterjemahkan menjadi “kotor.” Sedangkan dalam subtitle bahasa Inggris menjadi “tainted.”

Konten
Caption bahasa Jepang長期滞在してるとちょっと標準語が身につくわけですよ。
で、帰るじゃないですか、大阪にね。
たまに出るんですよ、標準語がね。
標準語がバッと出ちゃって、
で、それでもう、めちゃめちゃ気持ち悪いとか、
染まったとか言われるわけっすよ。
Subtitle bahasa IndonesiaSaat aku lama berada di lokasi syuting,
aku terbiasa dengan dialek Jepang biasa.
Jadi, saat aku pulang ke Osaka,
terkadang dialek Jepang biasa muncul tanpa sadar,
dan mereka menyebutku kasar, kotor, dan sebagainya.
Subtitle bahasa InggrisWhen I’m on set for a long time,
I get used to standar Japanese.
So when I go back home to Osaka,
standard Japanese comes out sometimes unintentionally,
and they call me gross, tainted and whatnot.

6. キャラの(が)濃い (Kyara no/ga koi)

Dalam adegan ini para anggota Kansai Johnny’s sedang latihan untuk panggung komedi. Ceritanya ada pertarungan antargeng, salah satunya geng pimpinan Koji Mukai. Anggota geng Mukai digambarkan sebagai orang-orang yang キャラが濃い (kyara ga koi).

Kyara adalah singkatan dari kyarakutaa, kata serapan dari bahasa Inggris “character.” Sedangkan koi biasanya merujuk ke makna “pekat”, tapi untuk konteks ini merujuk ke makna nomor 8 di kamus dictionary.goo.ne.jp yaitu bahasa sehari-hari untuk menyebut orang dengan penampilan dan karakter yang khas.

Definisi koi. Sumber: dictionary.goo.ne.jp

Kalau digabung, kyara ga koi digunakan untuk menyebut orang-orang yang kepribadian atau ciri-cirinya unik sehingga meninggalkan kesan yang membekas. Misalnya punya suara yang sangat lantang atau punya hobi yang tidak umum. (Sumber: meaning-book.com)

Dalam dokumenter diperlihatkan anggota geng Mukai yang muncul dengan kata-kata dan pose sok keren yang jatuhnya malah jadi lucu. Kelihatan kalau anggota kelompok ini memang nyentrik-nyentrik. Jadi menurut saya pas kalau “kyara ga koi” diterjemahkan sebagai “unik” dalam subtitle bahasa Indonesia.

Konten
Caption bahasa Jepangなにわ男子と対決するのは…
向井率いるキャラの濃いメンバー
Subtitle bahasa IndonesiaLawan Naniwa Danshi…
…adalah sekelompok orang yang unik,
dipimpin oleh Mukai.
Subtitle bahasa InggrisNaniwa Dansi’s opponent…
…is a group of unique individuals
led by Mukai.
Share this:

Tinggalkan Balasan