Belajar dari Subtitle (+Dub): The Old Guard

Sejak Netflix ngeluarin trailer film orisinalnya berjudul “The Old Guard,” saya langsung tertarik dan masukin ke “Daftar Saya” di aplikasi Netflix. Alasannya simpel, karena tokoh-tokohnya immortal yang tidak bisa mati,. Tiap terluka, tubuh mereka bisa langsung sembuh. Ini mengingatkan pada salah satu anime/light novel favorit saya berjudul “Baccano!” Begitu muncul reminder di hari rilisnya, saya langsung nonton. Kebetulan mood lagi pas untuk nonton film laga.

Tonton di Netflix:
The Old Guard

Kesan setelah nonton, nggak nyesel langsung meluncur ke Netflix waktu itu. Nggak cuma action yang seru dan penampilan aktris-aktor mumpuni (Charlize Theron!), saya sangat menikmati kisah para immortal ini yang membentuk sebuah “found family,” keluarga tanpa hubungan darah. Paling gemes sama cerita kayak gini.

Asiknya lagi, film ini tersedia dalam subtitle Indonesia DAN dubbing bahasa Jepang. Ya, dubbing. Kadang saya suka nonton dubbing Jepang karena saya juga penggemar seiyuu alias voice actor. Selain itu, menarik juga memperhatikan kalimat terjemahan yang digunakan dalam dubbing. Menerjemahkan audio bahasa Inggris ke bentuk teks subtitle dan ke bentuk audio dubbing pasti ada tantangannya masing-masing. Penasaran kan?


1.

Adegan pertama yang terjemahannya menarik adalah ketika Andy (Charlize Theron) diajak oleh rekan-rekan timnya yang sesama immortal untuk kembali melakukan misi membentu orang setelah rehat selama setahun. Awalnya Andy ogah karena dia merasa tidak membuat perubahan di dunia, semua usaha mereka selama ini sia-sia. Tapi dengan bujukan rekan-rekannya, akhirnya dia setuju untuk ketemu orang yang meminta bantuan dan mendengarkan ceritanya sebelum memutuskan untuk membantu.

Andy mengungkapkan persetujuannya dengan berkata seperti ini:

KontenArti dalam bahasa Indonesia
Audio bahasa InggrisI’ll hear him out. Aku dengarkan dia.
Subtitle bahasa IndonesiaBiar mereka cerita dulu.
Dubbing bahasa Jepang話を聞く。 Aku dengarkan cerita(nya).

Yang menarik perhatian saya adalah penggunaan pronomina persona atau kata ganti orang dalam adegan ini. Audio Inggris merujuk ke satu orang laki-laki dengan penggunaan kata ganti “him.” Subtitle bahasa Indonesia merujuk ke orang banyak dengan kata “mereka.” Sedangkan dubbing bahasa Jepang tidak menyebutkan orang sama sekali.

KontenKata ganti orangKeterangan
Audio bahasa InggrisI’ll hear him out. him“dia” untuk laki-laki
Subtitle bahasa IndonesiaBiar mereka cerita dulu. merekauntuk orang banyak,
tidak merujuk jenis kelamin
Dubbing bahasa Jepang話を聞く。 orangnya tidak disebut (implisit)

Memang di percakapan sebelum ini tidak disebutkan siapa yang meminta tolong ke krunya Andy. Apa jenis kelaminnya, berapa orang, sama sekali tidak disebutkan. Petunjuknya cuma ada di kalimat Andy yang ada di tabel atas, yaitu dari kata “him” yang mengisyaratkan satu orang dengan jenis kelamin laki-laki. Penonton baru tahu secara jelas di adegan selanjutnya ketika Andy dan Booker menemui seorang pria yang menceritakan kisahnya dan minta bantuan.

Saya jadi berpikir tentang keputusan penerjemah bahasa Indonesia menggunakan kata “mereka.” Kenapa dia pakai “mereka” padahal penerjemah ini pasti lihat adegan selanjutnya yang jelas-jelas menunjukkan satu orang pria? Kenapa dia memilih “mereka” untuk terjemahan “him”? Apa ini berpengaruh ke pemahaman dan kenikmatan penonton? Atau ini sangat trivial sehingga tidak perlu dipertanyakan?

Dubbing bahasa Jepangnya “cari aman” karena tidak menyebut orang sama sekali. Dia cuma menyampaikan kalau Andy akan mendengarkan ceritanya, entah ceritanya satu orang, banyak orang, pria, atau perempuan.


2.

Adegan kedua di meja makan ketika rekan-rekan Andy (si Booker, Joe, Nicky) ngobrol dengan Nile, wanita muda yang baru-baru ini menjadi immortal dan bergabung dengan mereka. Nile bertanya-tanya kenapa dia memimpikan Andy, Booker, Joe, Nicky di momen dia berubah jadi immortal. Padahal mereka belum mengenal dan bahkan belum pernah bertemu sebelumnya. Fenomena ini juga terjadi kepada Booker dkk. ketika mereka berubah jadi immortal. Joe, setengah bercanda, bilang kalau itu karena mereka sudah ditakdirkan untuk saling menemukan. Menimpali gombalan Joe, Booker berkata:

Konten
Audio bahasa InggrisNo, more like misery loves company.
Subtitle bahasa IndonesiaTidak, lebih seperti sengsara nikmat jika bersama.
Dubbing bahasa Jepang 不幸なもの同士、仲間が欲しいんだ。

Menurut kamus online Cambridge, “misery loves company” adalah ungkapan yang menyatakan bahwa orang yang tidak bahagia itu suka berbagi kesulitan/kesengsaraannya dengan orang lain. Jadi menurut saya masuk akal kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “sengsara nikmat jika bersama.” Cuma mungkin kata “lebih seperti”, yang merupakan terjemahan langsung dari “more like” bisa dihilangkan. Ini tidak terlalu krusial dan tidak mengubah inti pesan meskipun dihilangkan. Kalau dihilangkan malah lebih hemat jumlah karakter dan menurut saya bisa menyampaikan pesan dengan lebih singkat dan lebih alami.

KontenJumlah karakter (termasuk spasi)
Audio bahasa InggrisNo, more like misery loves company.35
Subtitle bahasa IndonesiaTidak, lebih seperti sengsara nikmat jika bersama.50
Dubbing bahasa Jepang不幸なもの同士、仲間が欲しいんだ。17

“More like” mungkin umum digunakan dalam percakapan kasual bahasa Inggris, tapi “lebih seperti” rasanya jarang dengar ya?


3.

Adegan ketiga menghadirkan Andy, Booker, dan Nile di tempat persembunyian Andy. Di sana Nile menemukan patung yang nampak seperti karya Rodin, pemahat asal Perancis yang berkarya di tahun 1850 hingga 1900-an. Nile begitu kaget melihat karya asli dari tokoh tekenal dan bertanya apakah Andy mengenal Rodin secara langsung (Andy berusia sekitar 6.000 tahun jadi ada kemungkinannya). Bukannya Andy yang menjawab, malah Booker yang menyahut:

Konten
Audio bahasa InggrisProbably biblically. [laughs]
Subtitle bahasa IndonesiaMungkin dari persanggamaan.
Dubbing bahasa Jepang体も知ってたかもな。

Booker dan Andy sama-sama tertawa, Andy juga memukul Booker dengan main-main. Ini karena kata-kata Booker menyiratkan bahwa Andy dan Rodin punya hubungan seksual.

Kalimat ini menarik bagi saya karena “biblical(ly)” itu artinya adalah “terkait dengan Alkitab” atau “menyiratkan Alkitab atau era Alkitab” (menurut Merriam-Webster). Namun di konteks adegan ini, “biblically” digunakan untuk menyiratkan hubungan seksual. Terjemahan bahasa Indonesia menggunakan kata “persanggamaan” yang mungkin belum tentu semua orang tahu. Sedangkan dubbing bahasa Jepang menggunakan ungkapan yang lebih mudah dimengerti yaitu “体も知ってたかもな。” yang artinya adalah “Mungkin kenal tubuhnya juga.”

KontenArti dalam bahasa Indonesia
Audio bahasa InggrisProbably biblically. [laughs]Mungkin secara Alkitab. (tertawa)
Subtitle bahasa IndonesiaMungkin dari persanggamaan.
Dubbing bahasa Jepang体も知ってたかもな。Mungkin kenal tubuhnya juga.

4.

Adegan terakhir yang saya bahas di sini adalah ketika Andy menyadari tubuhnya telah kehilangan kemampuan untuk menyembuhkan diri. Luka di pundaknya setelah pertarungan terakhir tidak menutup seketika seperti biasanya. Dia tidak mau cerita ke rekan-rekannya karena tidak ingin mereka khawatir. Akhirnya dia pergi sendirian ke apotek untuk membeli obat. Dia tidak mau membersihkan luka di depan teman-temannya supaya tidak ketahuan, makanya dia bersihkan luka di apotek. Petugas kasirnya menawarkan untuk membantu. Andy awalnya menolak, tapi petugas kasir itu berkata:

Konten
Audio bahasa InggrisToday, I put this on your wound.
Tomorrow…
you help someone up when they fall.
We’re not meant to be alone.
Subtitle bahasa IndonesiaHari ini, aku merawat lukamu. Besok…
kau membantu seseorang saat jatuh.
Kita tidak ditakdirkan sendirian.
Dubbing bahasa Jepang今日は私が手当てをし、
明日は…あなたが誰かを助ける。
人は一人じゃない。

Yang paling menarik bagi saya adalah kadar terjemahan literal dan terjemahan bebas dalam subtitle bahasa Indonesia dan dubbing bahasa Jepang. Subtitle bahasa Indonesia hampir seluruhnya terjemahan kata perkata dari audio bahasa Inggris, kecuali kalimat pertama “Hari ini, aku merawat lukamu.” Ini terjemahan untuk kalimat “Today, I put this on your wound” yang artinya “Hari ini, aku taruh ini di lukamu.”

KontenArti dalam bahasa Indonesia
Audio bahasa InggrisToday, I put this on your wound.
Tomorrow…
you help someone up when they fall.
We’re not meant to be alone.
Hari ini, aku taruh ini di lukamu.
Besok…
kamu bantu seseorang bangkit saat mereka jatuh.
Kita tidak ditakdirkan untuk sendirian.
Subtitle bahasa IndonesiaHari ini, aku merawat lukamu. Besok…
kau membantu seseorang saat jatuh.
Kita tidak ditakdirkan sendirian.

Yang dimaksud “ini” adalah plester untuk mengobati luka di pundak Andy. Sebenarnya subtitle bahasa Indonesianya bisa saja terjemahkan jadi “Hari ini, aku taruh ini di lukamu” karena penonton bisa lihat sendiri di adegan filmnya kalau “taruh ini di lukamu” itu berarti “mengobati luka dengan plester.” Tapi saya setuju dengan keputusan penerjemah untuk menerjemahkan tidak kata perkata, melainkan dengan mengubah “taruh ini di lukamu” menjadi “merawat lukamu.” Selain lebih pendek, kalimat terjemahan yang dipilih juga lebih jelas dan mudah menyampaikan pesan si petugas kasir. Kan intinya si petugas kasir itu mau bilang “Aku bantu kamu biar kamu bisa bantu orang lain nantinya” alias pesan bahwa manusia itu hidup dengan saling membantu satu sama lain. Pesan ini lebih mudah tersampaikan dengan “Hari ini, aku merawat lukamu. Besok… kau membantu seseorang saat jatuh.”

Dubbing bahasa Jepangnya pakai terjemahan yang lebih bebas. Kalimat “今日は私が手当てをし、明日は…あなたが誰かを助ける。人は一人じゃない。” itu kalau diartikan kata perkata adalah “Hari ini aku merawat (lukamu), besok… kamu menolong seseorang. Manusia itu tidak sendirian.” Ini bukan terjemahan kata perkata dari audio bahasa Inggris.

KontenArti dalam bahasa Indonesia
Audio bahasa InggrisToday, I put this on your wound.
Tomorrow…
you help someone up when they fall.
We’re not meant to be alone.
Hari ini, aku taruh ini di lukamu.
Besok…
kamu bantu seseorang bangkit saat mereka jatuh.
Kita tidak ditakdirkan untuk sendirian.
Dubbing bahasa Jepang今日は私が手当てをし、
明日は…あなたが誰かを助ける。
人は一人じゃない。
Hari ini aku merawat (lukamu), besok…
kamu menolong seseorang.
Manusia itu tidak sendirian.

Saya merasa paham dengan keputusan penerjemah. Khususnya untuk terjemahan dubbing, batasan jumlah karakter lebih mengikat daripada terjemahan subtitle karena terjemahan itu harus dilafalkan oleh pengisi suara dalam durasi waktu yang terbatas. Jadi terjemahannya harus singkat, padat, dan juga enak didengar. Kalimat dalam audio bahasa Inggris di adegan ini bisa dilafalkan dengan 26 suku kata, sedangkan dubbing bahasa Jepangnya 34 suku kata. Tidak jauh bedanya sehingga masih sempat dilafalkan dengan durasi adegan yang sama.

KontenTransliterasi latinJumlah suku kata
Audio bahasa InggrisToday, I put this on your wound.
Tomorrow…
you help someone up when they fall.
We’re not meant to be alone.
26
Dubbing bahasa Jepang今日は私が手当てをし、
明日は…あなたが誰かを助ける。
人は一人じゃない。
Kyo wa watashi ga teate o shi,
ashita wa…
anata ga dare ka o tasukeru.
Hito wa hitori jya nai.
34

Dari film sepanjang 2 jam 5 menit ini saya tidak cuma terhibur, tapi juga dapat banyak kesempatan untuk berpikir tentang ilmu penerjemahan subtitle dan dubbing. Akhir dari film ini dibuat agak menggantung, mengisyaratkan adanya sekuel. Saya berharap sekuelnya benar-benar akan diproduksi. Tidak sabar menikmati kisah seru dan kesempatan belajar penerjemahan dari Andy dkk.

Share this:

Tinggalkan Balasan