Mengembalikan Kecintaan pada Buku dengan Scribd

Dulu waktu SD saya betah duduk berjam-jam untuk membaca buku. Novel-novel Harry Potter saya lahap habis, karya J.R.R. Tolkien yang berjudul The Hobbit saya baca berkali-kali. Sayanganya semakin bertambah usia, saya merasa makin sulit membaca. Mau mulai membaca tulisan sepuluh ribu kata saja rasanya berat (btw novel Harry Potter yang pertama edisi bahasa Inggrisnya ada 76.944 kata).

Saya suka mencatat buku-buku yang saya baca di akun Goodreads, sudah punya akun ini dari SMA. Tapi dari tahun ke tahun jumlah buku yang saya baca makin sedikit. Tahun 2018 saya selesai membaca 4 novel, 1 kumpulan cerita pendek, dan 1 komik. Sedangkan tahun lalu saya menamatkan 3 novel dan 24 jilid komik Slam Dunk, plus mencoba 1 novel yang ternyata saya tidak suka dan berhenti baca di tengah-tengah.

Sedih juga lihat minat baca jadi turun 🙁 Mungkin karena gaya hidup yang didominasi gadget dan media sosial, atau entah alasan lainnya. Yang jelas saya ingin bisa mengembalikan hobi membaca.

Nah, di tengah kegalauan ini salah satu rekan kerja saya cerita soal aplikasi Scribd yang dia gunakan. Scribd itu gampangnya seperti Netflix untuk buku. Dengan membayar biaya langganan tiap bulan, kita bisa menikmati berbagai konten di platform ini.

Yang asyik dari Scribd, dia tidak hanya menyediakan e-book, tapi juga audiobook, majalah, dokumen akademik, dan notasi musik. Ada juga snapshots yaitu ringkasan yang bisa dibaca dalam waktu beberapa menit dan merangkum isi buku-buku yang butuh waktu berjam-jam untuk dibaca. Jadi kalau ada buku-buku tentang self-development atau lainnya yang menarik, tapi nggak yakin bisa selesai baca di tengah kesibukan, baca aja snapshot-nya.

Karena berat mengembalikan minat baca setelah bertahun-tahun jarang baca, saya mulai dengan mendengarkan audiobook. Sekarang ini jadi fitur Scribd yang paling saya sukai. Apalagi sehari-hari saya kerja 8 jam di depan komputer. Weekend juga kerja atau menjalankan hobi menulis dengan laptop. Kalau senggang sukanya pegang hape untuk chat teman, browsing, atau nonton Youtube. Sebagian besar waktu saya habiskan di depan layar dan mata saya perlu istirahat. Audiobook pun jadi pilihan menarik karena saya bisa menikmati konten sambil mengistirahatkan mata.

Scribd bisa diakses lewat browser maupun aplikasi. Judul-judul yang disimpan di aplikasi bisa diakses juga di browser, begitu pula sebaliknya. Untuk menikmati konten Scribd ada biaya langganan sebesar $8,99 USD (sekitar 133.000 rupiah) setiap bulan. Dengan nominal ini kita bisa menikmati konten Scribd “sepuasnya.” Pakai tanda kutip karena bersyarat.

Seperti yang tertulis di laman Scribd Help Center, tidak ada batasan buku yang bisa kita baca setiap bulan. Tapi ada beberapa judul yang mungkin tidak bisa diakses untuk sementara waktu. Maksudnya, kalau kita sudah selesaikan lumayan banyak e-book atau audiobook, akan ada beberapa judul buku yang tidak bisa kita baca di bulan itu. Buku-buku itu baru bisa kita baca ketika langganan kita diperbarui di bulan berikutnya.

Misalnya, saya pernah menamatkan dua audiobook dalam dua minggu. Setelah itu muncul tulisan di daftar buku saya yang memberitahukan beberapa judul yang baru bisa saya akses di bulan berikutnya. Dari sekitar 100 judul yang saya simpan, ada sekitar 80 yang tidak bisa langsung saya baca. Bagi saya ini tidak masalah karena masih ada 20+ judul yang bisa saya nikmati. Toh tidak mungkin saya bisa selesaikan semua dalam satu bulan.

Ada beberapa resensi yang bilang kalau untuk menikmati audiobook, Audible dari Amazon lebih oke karena judul yang tersedia jauh lebih banyak. Para kolektor juga mungkin lebih cocok dengan Audible karena platform ini memberikan 1 kredit yang bisa dipakai untuk membeli 1 audiobook dengan harga berapa pun. Karena dibeli, audiobook di Audible bisa kita simpan untuk selamanya.

Kalau Scribd, buku-bukunya tidak akan menjadi milik kita. Sama seperti Netflix, bisa jadi ada judul-judul yang akan dihilangkan dari platform setelah periode waktu tertentu. Saya sudah cukup puas dengan judul-judul yang tersedia di Scribd dan tidak ada niatan untuk koleksi karena jarang sekali menikmati konten yang sama berulang-ulang, jadi sejauh ini saya fine-fine aja dengan Scribd.

Kalau minat dengan “Netflix untuk buku” ini, bisa coba dulu free trial selama 30 hari. Selama sebulan ini tidak akan ada biaya yang ditarik. Kalau memang cocok bisa lanjut ke bulan berikutnya dengan bayar biaya langganan, kalau tidak ya tinggal batalkan saja. Selamat mencoba! ^^

Share this:

One thought on “Mengembalikan Kecintaan pada Buku dengan Scribd

Tinggalkan Balasan