Tembang Kenangan: Belajar “Dunia” dari Lagu Anime

Saya mulai belajar bahasa Jepang dari SD secara otodidak. Berarti sudah lebih dari separuh hidup saya belajar dan menggunakan bahasa ini untuk komunikasi. Meski sudah lama, saya masih ingat salah satu kata bahasa Jepang yang saya pelajari dulu. Bukan kata yang pertama, tapi termasuk yang paling awal.

Waktu itu saya masih SMP. Entah kelas berapa, tidak ingat persisnya. Zaman itu saya sering duduk di depan TV untuk nonton kanal Animax Asia. Banyak judul anime yang saya tonton di kanal itu, bahkan meskipun tidak mengikuti jalan cerita animenya setidaknya saya tahu lagunya.

Salah satu judul yang saya tonton adalah “Ultra Maniac.” Ceritanya tentang dua orang sahabat perempuan, seorang penyihir dan manusia biasa. Mereka terlibat petualangan karena misi si penyihir, dan juga ada kisah cinta mereka dengan pasangan masing-masing.

Informasi Ultra Maniac di:

Myanimelist

Animenewsnetwork

Animax Asia menyediakan tayangan anime dengan audio Jepang dan subtitle bahasa Inggris. Dari situlah saya belajar kata-kata bahasa Jepang; dengarkan omongannya, lihat maknanya di subtitle, dapat kata-kata baru.

Anime Ultra Maniac yang membuat saya pertama kali tahu kalau kata 世界 (sekai) itu artinya “dunia.” Saya masih ingat momen “aha!” waktu lihat klip lagu pembuka anime ini. Entah kenapa bisa membekas di memori sampai lebih dari satu dekade.

Lagu pembuka anime Ultra Maniac, “鏡の中 (Kagami no Naka)” dari can/goo.

Di lagu ini kata 世界 beberapa kali diulang. Salah satunya lirik ini yang dinyanyikan di awal dan akhir lagu.

悲しいなら泣いていいよ

その世界がある夜なら

Saya perhatikan subtitlenya juga ada kata “world” juga muncul di bagian yang sama. Akhirnya otak saya sampai di kesimpulan kalau 世界 =  world = dunia.

Saya juga heran sendiri kenapa saya masih ingat momen ini, padahal kejadiannya sudah bertahun-tahun lalu. Momen otak saya nangkep “Oh, 世界 itu dunia to” dan perasaan senang waktu menyadari saya paham satu kata baru dalam bahasa Jepang, ternyata jadi hal yang membekas.

Banyak bahasa yang ingin saya pelajari dan kuasai di masa depan. Mandarin, Thai, Bisindo, termasuk musik yang saya anggap bahasa untuk mengkomunikasikan perasaan saya. Mungkin nanti ada momen-momen seperti ini lagi untuk bahasa-bahasa itu.

Share this:

Tinggalkan Balasan