Akhirnya Lari Lagi!

Setelah kaki patah di akhir 2018 dan vakum olahraga, saya masih berusaha mengembalikan kebiasaan olahraga. Dulu demen lari dan ikut event, tapi belum pernah ikut lagi sejak Borobudur Marathon 2017.

Hari Minggu ini akhirnya saya ikutan event lari lagi. Acaranya Women’s 10K dengan rute lari di Jakarta Selatan. Tahu acara ini dari temen yang juga jadi peserta.

Photo: Instagram womens10k

Sabtu sempet deg-degan karena nggak ada persiapan. Boro-boro latihan lari, akhir-akhir ini olahraganya nggak terlalu rutin. Pinginnya sih dapet time yang lebih bagus daripada 10K sebelumnya (1:39:33)…. Tapi ya sudah, yang penting hati-hati dan have fun.

Berdua sama temen tapi kami sepakat untuk lari sesuai pace masing-masing. Jadi kami nggak tunggu-tungguan dan pisah sebelum km 1.

BIB dan kaos

Saya bawa headset tapi sengaja nggak pakai. Lagi kepingin menenggelamkan diri ke sensasi lari, liat-liat orang dan pemandangan sekitar, bercengkrama dengan tubuh dan pikiran. Hape di dalam tas cuma nyala buat pakai aplikasi tracking lari. Tiap satu km dia melafalkan lewat loudspeaker berapa jarak yang sudah saya tempuh, durasi dan pacenya berapa.

Supaya semangat, saya lari mengejar balon pink yang ada di ujung depan. Mungkin dibawa oleh panitia. Tapi di km 3 balonnya hilang dari pandangan.

Lokasi start & finish

Saya ganti target ke lima mbak-mbak berhijab dengan rok renda warna-warni. Mereka sering berhenti buat foto/video, tapi larinya cepat. Baru setelah km 7 saya bisa melewati mereka.

Patokan saya ganti lagi jadi mbak kaos pink. Mencolok di tengah para peserta yang pakai kaos hitam dari panitia. Di km 8 saya bisa nyusul dia dan ternyata mbaknya bawa anjing di tas ranselnya :3

Setelah melewati mbak kaos pink dan anjingnya, saya mengejar mbak hijab abu-abu. Tapi tubuh saya mulai terasa aneh, terutama lutut kanan dan betis kiri. Apalagi saya sudah tahu kalau time saya ada peningkatan dibandingkan Borobudur Marathon, jadi nggak ngoyo di 2 km terakhir. Safety first ya.

Kalung finisher

Syukurlah segala kekhawatiran saya di hari sebelumnya tidak terjadi. Saya bisa menyelesaikan 10 km dengan selamat tanpa cedera apa pun.

Sepanjang perjalanan ada panitia yang standby di tiap kilometer point, membawa tulisan-tulisan penyemangat. Saya biasanya agak kagok, tapi tadi di akhir sempat menyapa beberapa orang dan tos. Ini memang salah satu serunya ikut event lari ^^  Water station tersedia tiap 2 km (seingat saya) dan saya selalu mampir untuk ambil pocari sweat.

Habis lari dan pendinginan, kongkow-kongkow dulu di venue. Area ini dekat CFD dan banyak penjual yang melayani para warga yang olahraga atau jalan-jalan pagi. Saya dan teman saya makan bubur ayam sambil ngobrol-ngobrol.

Puas banget hari ini bisa ikut event lari lagi setelah 2 tahun lamanya. Rasanya jadi semangat kembali mengejar mimpi untuk ikut marathon. Tahun 2018 memang saya sedang latihan dan sudah daftar half marathon. Rencananya setelah HM baru ikut full marathon, dan siapa tahu suatu saat BTS Ultra….

Tahun ini half marathon dulu deh! Semangaaaaaaaat.

Baca juga:

Dari Benci Jadi Cinta: Kisahku dengan Si Olahraga

Share this:

Tinggalkan Balasan