Manisnya Hasil Konsistensi

Baru-baru ini saya pergi ke dokter gigi untuk scalling alias membersihkan karang gigi. Dokter ini langganan saya sejak pindah ke Jakarta hampir 2 tahun lalu.

“Aduh, coba semua pasien saya kayak kamu.” Dia memuji begitu. Pasalnya saya rutin scalling tiap 6 bulan sekali. Karena rajin, karang gigi hanya terbentuk di tempat-tempat yang memang wajar, dan menumpuknya tidak terlalu banyak.

Sejak sebelum ke Jakarta saya sudah rajin membersihkan karang gigi. Berkat itu, saya hampir tidak pernah ada masalah gigi atau gusi, kecuali gigi geraham bungsu yang harus dioperasi. Seneng banget! Karena punya gigi dan gusi yang sehat itu suatu berkah luar biasa. Kata Meggy Z lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Kalau saya mah mending sakit hati :p

Menerima Rasa Sakit: Renungan Pasca-operasi Gigi

Kejadian ini mengingatkan saya kalau konsistensi itu tidak akan mengecewakan. Karena saya konsisten menjaga kesehatan gigi dan gusi, saya jadi terhindar dari sakit.

Di bagian-bagian lain dalam hidup, saya juga menikmati hasil dari konsistensi. Karena terus berusaha membangun kebiasaan olahraga, saya bisa berubah dari couch potato menjadi orang yang rutin olahraga tiap minggu.

Dari Benci Jadi Cinta: Kisahku dengan Si Olahraga

Setelah bisa rutin olahraga, saya juga mulai mengatur pola makan. Awalnya berat karena saya punya masalah emotional eating: makan untuk merespon rasa senang, sedih, marah, dan segala emosi. Tapi berkat konsistensi, saya bisa membuat perubahan dalam pola makan.

Perjalanan Menurunkan Berat Badan: Bulan Ke-8

Konsistensi juga saya butuhkan dalam hal menabung. Tiap bulan saya anggarkan dana untuk menabung, salah satunya di Tabungan Emas Pegadaian. Berkat ini, sekarang saya punya dana darurat untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba laptop saya rusak.

Dulu saya sempat minder karena merasa tidak bisa melanjutkan suatu kebisasaan atau rutinitas, tidak gigih seperti orang lain. Saya merasa gagal.

Untungnya, meskipun kesulitan konsisten dan punya masalah percaya diri, saya tidak menyerah. Akhirnya lambat laun saya mulai belajar bagaimana caranya memasukkan konsistensi dalam hidup. Contohnya seperti yang sudah saya sebutkan di atas, dalam berolahraga dan lain-lain.

Membuat Sedikit-Sedikit Jadi Bukit: Bagaimana Membangun Kebiasaan dan Mencapai Target

Blog ini juga bukti manisnya konsistensi. Bulan Oktober ini, genap 3 tahun saya rutin menulis minimal 1 postingan di blog. Beberapa hasilnya sudah saya raup. Untuk diri sendiri, saya bisa memberikan kepuasan diri, sarana meluapkan perasaan dan memecahkan masalah, dan banyak lainnya.

Sedikit banyak blog ini sepertinya juga bisa berfaedah untuk orang lain. Ada yang komentar mereka merasa tidak lagi sendiri saat saya berbagi pengalaman operasi gigi dan menghadapi depresi. Banyak juga yang merespon tulisan tentang tips dan info lowongan job penerjemahan dengan menghubungi saya.

Kisahku dengan Si Depresi

Tips Cari Job Untuk Penerjemah/Interpreter Freelance

Semoga ke depannya saya bisa terus menjaga konsistensi dan terus meningkatkan manfaat di setiap usaha saya.

Share this:

Tinggalkan Balasan