Perjalanan Menurunkan Berat Badan: 6 Bulan Pertama

Bagaimana caranya terus berjuang meski belum kelihatan hasilnya?

Titik Awal

Sudah 6 bulan ini saya berusaha menurunkan berat badan. Pasalnya setengah tahun lalu berat saya 72 kg dengan tinggi 156 cm. Kira-kira 10 kg lebih berat daripada ideal (menurut BMI) dan sudah di ambang obesitas.

Sebenarnya angka di timbangan bukan satu-satunya indikator kesehatan dan kecantikan. Tapi tidak ada salahnya menarget berat badan ideal (menurut BMI lho ya, kalau ngikut standar kecantikan masyarakat ya rempong). Lagipula, saya sudah MUAK pakai baju dengan perasaan mengganggu akibat perut buncit!

Memulai

Dengan kenyamanan diri sebagai motivasi, saya mulai mengatur pola makan. Bukan hal yang mudah karena sudah bertahun-tahun saya terbiasa menjadi makanan sebagai “solusi” untuk segala hal. Sedih? Makan. Marah? Makan. Bosan? Ya makan.

Karena itu saya tidak bisa langsung mengurangi asupan makan. Saya harus berperang dulu melawan emotional eating. Caranya dengan membangun kesadaran. Tiap mau makan, berhenti dulu dan lihat. Saya memang lapar, sekadar haus, atau sedang sedih/marah/bosan? Kalau ternyata pemicunya emosi, coba hadapi dulu emosi itu. Apa ada cara lain selain makan? Misalnya kalau bosan, mungkin bisa ngobrol, jalan keluar, nonton Youtube.

Mencatat apa yang masuk ke mulut juga membantu untuk membangun kesadaran. Semenjak rutin mencatat makanan/minuman yang saya konsumsi di aplikasi MyFitnessPal, saya jadi tahu. Oh, sehari saya mengkonsumsi segini banyak kalori. Perbandingan protein, karbohidrat, lemak, dan seratnya segini.

Terlihat juga perubahan di pola makan. Dulu makannya ngawur, sekantong besar kripik bisa habis dalam sekali duduk. Sekarang sudah tahu satu kantong kripik itu berapa kalori, dan berapa besar porsi kripik itu dalam asupan makanan saya selama sehari. Lama-lama saya jadi hilang hasrat untuk nyemil kripik. Kadang masih kepingin, tapi tidak bisa lagi sekantong besar, yang kalorinya banyak dan cenderung timpang di karbohidrat. Lebih tergiur makan daging atau sayur yang bisa memenuhi asupan protein, karbohidrat, lemak, dan serat dengan lebih seimbang dan kalori yang sepadan.

Saya juga mengimbangi pola makan dengan olahraga. Setelah berbulan-bulan vakum, saya membangun kebisaan olahraga lagi. Lumayan, bisa rutin nge-gym dan renang sekitar 3 kali seminggu.

Di Tengah Perjalanan

Sudah setengah tahun sejak memulai perjalanan ini, tentunya saya berharap melihat hasil. Tapi ternyata tidak semudah itu. Berat badan saya masih naik-turun di kisaran 70-72 kg (kondisi menstruasi bisa berpengaruh). Nah, apa berarti usaha 6 bulan ini sia-sia?

Jawabannya: tentu saja tidak sia-sia. Meski belum kelihatan hasil dalam bentuk skala timbangan, saya sudah mendapat hasil-hasil lainnya.

Ada perubahan ukuran. Lingkar dada, perut, pinggang, paha menunjukkan perubahan. Bentuk badan bisa berubah meski angka di timbangan tetap. Berat badan di atas 70 kg, tapi badan saya makin kencang. Ini bukti kenapa berat badan memang bukan satu-satunya patokan.

Rutin olahraga lagi. Bisa menumbuhkan kembali bibit cinta dengan kesayangan, itu rasanya luar biasa senang.

Yang paling buat bersyukur, saya jadi cukup kuat melawan emotional eating. Dulu saya pasti beli kripik tiap ke supermarket, otomatis ambil makanan tiap merasa kesal atau bosan. Tidak menyangka sekarang bisa makan normal tiga kali sehari, dengan porsi secukupnya, dan ngemil seperlunya saja. Perasaan punya kendali atas tindakan sendiri itu bisa menguatkan diri, apalagi dalam menghadapi yang namanya depresi.

Di Mana Ujungnya?

Kadang ada pikiran-pikiran negatif.

“Udah setengah tahun tapi kok masih gini-gini aja?”

“Ah nggak ada gunanya, nyerah aja.”

Mengingat hasil-hasil tadi (perubahan ukuran, rutin olahraga, kebiasaan makan yang terkontrol) bisa membantu menjaga semangat untuk terus berusaha. Ya, sekarang berat saya masih di atas 70 kg, perut saya masih buncit. Tapi saya sudah membuat beberapa perubahan, dan saya tidak akan berhenti berjuang meski belum tahu kapan bisa mencapai target.

Alon-alon asal kelakon. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Konsisten!

Share this:

One thought on “Perjalanan Menurunkan Berat Badan: 6 Bulan Pertama

Tinggalkan Balasan