Mengupasmu

Aku membawamu ke rumah sakit

Meminta dokter membuka dadamu, biar aku bisa melongok isinya

Karena aku ingin tahu

Apa yang keluar dari bibir, tapi bersembunyi di balik rusukmu

 

Aku membawamu ke laboratorium

Meletakkanmu di bawah mikroskop, memelototi sel-selmu

Karena sosokmu begitu kabur

Tak tampak oleh mata minusku

 

Aku membawamu ke tukang ramal

Menyerahkan telapak tanganmu, agar guratannya dibaca

Karena mataku hanya melihat garis-garis

Otakku korslet berusaha pecahkan kodemu

 

Namun ketika aku membawamu ke mana-mana

Dan tak menemukan yang ku cari

Aku hentikan langkah

Mendudukkanmu di depanku

 

Ku tatap matamu

Ku genggam jemarimu

Ku hirup aromamu

Ku kecup bibirmu

 

Dan baru aku mendengar

Makna merasuk lewat bisikmu

Dari telinga

Masuk ke hati

 

Akhirnya, aku mengenalmu

 

****

Puisi ini ditulis dalam lomba cipta puisi on the spot “Barapi Berpuisi” oleh Kelas Puisi.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *