Menulis dari Sudut Pandang Penulis Jepang: Wawancara dengan Miho Moriya dari MATCHA

Miho Moriya (selanjutnya akan saya panggil Moriya-san) adalah warga negara Jepang yang bekerja sebagai editor dan penulis di MATCHA Inc.. Di MATCHA, Moriya-san menulis berbagai info wisata Jepang yang berguna dan menarik untuk wisatawan mancanegara. Selain itu, Moriya-san juga aktif menulis tentang marketing di berbagai media, serta menulis blog setiap hari (hebat ya!)

 

Tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini:

MATCHA – Japan Travel Web Magazine (versi bahasa Jepang)

MATCHA – Japan Travel Web Magazine (versi terjemahan bahasa Indonesia)

note blog (bahasa Jepang)

Tumblr berisi kumpulan tulisan di media lain (bahasa Jepang)

 

Nah, mumpung ada kesempatan mengobrol dengan Moriya-san yang punya banyak pengalaman menulis, kali ini saya mencoba menggali seperti apa “menulis” bagi Moriya-san. Ada banyak yang bisa dipelajari, lho!

 

Sejak kapan Moriya-san tertarik menulis? Apa ada pemicunya?

Sekarang sudah tidak lagi, tapi dulu saya berpartisipasi di web magazine “travelersbox” yang menyajikan kisah-kisah para pelancong di tempat-tempat tujuan mereka. Di sana saya menjadi tertarik dengan kepenulisan dan pekerjaan editing. Kalau tidak salah sekitar tahun 2014.

 

Apa yang Moriya-san perhatikan waktu menulis artikel MATCHA?

-Bisa tidaknya membuat tulisan yang membuat orang ingin datang ke Jepang atau ke tempat yang ditulis.

-Apa orang yang sama sekali tidak tahu Jepang bisa menikmati ketika membaca (tulisan ini).

-Ketika (pembaca) datang ke Jepang, apakah mereka bisa mendapat pengalaman bagus dengan artikel ini.

 

Apa yang Moriya-san perhatikan waktu menulis blog di “note”?

-Memutuskan satu hal yang ingin disampaikan.

-Membuat tulisan yang membuat diri sendiri puas.

 

Kenapa menulis blog di “note” setiap hari?

Saya memulainya untuk meningkatkan kemampuan menulis, tapi sekarang “menulis setiap hari” memberi kepercayaan diri sehingga saya lanjutkan.

 

Pernah kehabisan ide untuk menulis? Saat itu apa yang dilakukan?

Setiap hari! (tertawa)

Kadang saya berhenti menulis lalu mandi, menulis detail apa yang terjadi hari itu, atau menulis tentang “tidak ada bahan tulisan.” (tertawa)

 

Apa ada target tertentu untuk menulis? Selanjutnya ingin menulis seperti apa?

Saya ingin coba wawancara orang asing dalam bahasa Inggris dan menuliskannya dalam artikel! Ingin wawancara biksu luar negeri.

Saya suka mendengarkan cerita orang lain, jadi saya ingin wawancara tentang kehidupan orang, lalu menulis artikel yang mengeluarkan sisi baik orang itu.

 

Membaca tulisan-tulisan Moriya-san, dan mendengar jawaban-jawaban Moriya-san, saya jadi merasa kalau Moriya-san fokus pada pembaca. Apa Moriya-san memang meniatkan seperti itu?

Ya, karena susah untuk membuat artikel yang bisa populer. Pembaca juga berasal dari berbagai negara berbeda. Jadi saya perlu meniatkan dan mendekati pembaca.

 

Moriya-san menulis dengan memperhatikan apakah orang yang tidak tahu Jepang bisa menikmati. Padahal Moriya-san orang Jepang dan tentunya tahu tentang Jepang. Bagaimana caranya supaya bisa mendekati sudut pandang pembaca? Apa ada tips atau trik tertentu?

Setelah menulis, saya membaca dengan memikirkan satu-satu, apakah ini hal yang khusus Jepang.

 

Apakah setelah menulis langsung membaca? Atau membiarkan beberapa waktu sebelum membaca?

Saya langsung baca.

 

Untuk artikel MATCHA, Moriya-san sepertinya sangat fokus pada sudut pandang pembaca. Namun sepertinya untuk blog Moriya-san lebih fokus pada apa yang ingin disampaikan. Apa Anda meniatkan ini juga?

Soal blog, daripada untuk dibaca orang lain, lebih untuk meningkatkan kemampuan menulis dan menata isi pikiran.

Share this:

Tinggalkan Balasan