Kantong Plastik Hitam

Tak terbendung.

Sudah berhari-hari Rizki melihat kantong plastik itu di atas kotak pos UKM. Tepat di atas kotak milik Himapala, nangkring di situ lebih dari seminggu.

Warnanya hitam. Sepertinya kualitas plastiknya cukup bagus karena tidak tembus dan isinya tak terlihat sama sekali. Dari luar, isinya nampak kecil. Tidak lebih dari telapak tangan, begitu perkiraan Rizki.

Yang paling aneh, plastik itu selalu basah. Rizki sudah pernah coba menyentuh (maaf, tak kuat menahan rasa penasaran). Tak peduli hari apa, jam berapa, kantong plastik itu selalu basah. Padahal kotak pos tempat plastik itu nangkring berada di dalam ruangan. Jauh dari jendela dan kemungkinan untuk kena tetesan hujan.

Rasa penasaran terpupuk di dalam benak Rizki, semakin hari semakin besar. Sampai akhirnya di minggu kedua, Rizki memutuskan untuk bertindak.

Bawa saja ke pos satpam. Kasihan pemiliknya. Begitu niat Rizki. Awalnya.

Namun begitu tangan Rizki menyentuh kantong plastik itu (btw, masih basah), Rizki tergoda dan membuka simpul ikatannya.

Isinya hanya satu. Sebuah kunci berwarna emas pudar bermodel tuas memanjang. Lekukan geriginya hanya ada dua. Sudah lama Rizki tidak melihat kunci seperti ini.

Di perjalanan ke pos satpam, Rizki bertemu dengan Anny yang memberitahunya soal jadwal mengerjakan tugas kelompok. Selepas bertemu Anny, Rizki dihadang oleh Putra yang menuntut bayar hutang makan siang kemarin di kantin fakultas. Berbagai macam hal terjadi hingga akhirnya Rizki lupa membawa kantong plastik itu ke pihak berwenang. Rizki pun tanpa sadar pulang ke rumah dengan kantong plastik hitam dan kunci di dalamnya.

Malam itu terjadi sesuatu yang aneh. Tidur Rizki tidak tenang. Berkali-kali ia bermimpi dan terbangun. Di tiap mimpi selalu ada kunci emas itu, yang ada di dalam kantong plastik hitam. Begitulah malam Rizki berlalu. Esok paginya ia bangun dengan perasaan kalut dan lelah.

Di kampus Rizki jadi sulit konsentrasi. Selain karena kualitas tidur yang jelek, benak Rizki juga terus dipenuhi oleh mimpi-mimpinya semalam. Terutama mimpinya yang paling terakhir dan masih membekas di ingatan. Mimpi memasukkan kunci itu ke lubang suatu lemari.

Entah mengapa Rizki merasa seperti pernah melihat lemari itu. Terus ia mencoba mengingat-ingat. Sampai-sampai ia tidak memperhatikan materi dan mendapat teguran dan Pak Supri (beserta tawa dari teman-temannya). Akhirnya Rizki baru ingat ketika ia melangkah keluar dari kelas.

Lemari itu ada di lantai 3 gedung G. Di lantai 3 gedung kecil itu hanya ada dua ruangan, dan jarang dipakai untuk kelas. Pernah sekali Rizki ikut kuliah pengganti di sana karena tidak ada lagi kelas kosong di jam itu.

Masih ada waktu sekitar 40 menit sebelum kuliah selanjutnya. Rizki pun bergegas menuju gedung G, menaiki tangganya dengan langkah-langkah cepat. Mungkin ini rekor tercepat Rizki naik tangga.

Sampailah di ruang kelas yang dimaksud, di sisi terdekat dengan tangga. Pintunya tidak dikunci. Di dalam tidak ada siapa pun. Hanya papan tulis, deretan kursi lipat, dan lemari di pojok dekat jendela. Lemari yang menghantui tidur Rizki semalam.

Diambilnya kantong plastik hitam dari tas. Ajaibnya, kantong itu masih basah, meninggalkan jejak-jejak air di buku dan tempat pensil Rizki. Tanpa ragu lagi Rizki membuka simpul ikatannya dan mengeluarkan kunci emas pudar. Dimasukkan kunci itu ke lubang lemari.

Klik. Kunci berputar dengan mulus, karena memang inilah lubang yang jadi pasangannya.

Pintu lemari tidak langsung terayun dan menunjukkan isinya meski kuncinya sudah terbuka. Rizki pun meletakkan kedua tangannya pada pegangan pintu, kemudian menariknya.

Jeritan Rizki setelah itu begitu keras sampai-sampai terdengar ke gedung sebelah.

***

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti tantangan menulis dari Katahati.

Tantangan Keenam: Tantangan Tiga Kata

Share this:

4 thoughts on “Kantong Plastik Hitam

  1. kata tidak baku sebaiknya dicetak miring. Sisipkan dialog agar suasananya lebih hidup. Ide ceritanya sudah cukup baik! Selamat belajar kembali!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *