Blogku Penyembuhku: Melawan Si Depresi dengan Jadi Narablog

Takdir. Menjadi narablog mungkin sudah dituliskan oleh Tuhan dalam buku hidup saya. Bab pertama mengisahkan saya, Katya, usia 7 bulan di dalam kurungan ayam.

Bab 1 – Kurungan Ayam

Waktu upacara tedak siten, saya (7 bulan) ditaruh di dalam kurungan ayam bersama benda-benda yang (katanya) akan menggambarkan masa depan saya. Bukannya ambil uang, Katya mini malah ambil pensil. Pertanda.

[cml_media_alt id='19']pa081[/cml_media_alt]
Semua bermula dari kurungan ayam
Ternyata memang benar. Saya tumbuh jadi anak yang gemar menulis. Dimulai dari cerpen “Bintik-Bintik Setan” yang tercipta ketika saya TK, keinginan menulis semakin besar setelah mulai baca novel Harry Potter di bangku SD. Saya terus menulis, entah itu buku harian atau cerita fiksi untuk konsumsi sendiri, atau artikel mading dan tabloid untuk sekolah.

 

Bab 2 – Penyembuhan

Di bangku SMA saya mulai nge-blog, tapi belum rutin. Ganti-ganti fokus, pindah-pindah platform (ada yang masih ingat Livejournal?).

Niat untuk rajin nge-blog baru muncul tahun 2015. Saat itu saya berusia 21 tahun, dan ada kejadian yang buat saya sadar bahwa saya punya gejala depresi.

Dengan kondisi ini, saya punya rasa percaya diri yang rendah dan sering merasa payah. Salah satu ejekan favorit si Depresi terhadap diri saya adalah “Kamu mah apaan. Ngapain aja nggak bisa konsisten. Dasar manusia gagal.”

Sumber gambar: Pustekkom Kemdikbud

Untungnya, selain depresi, Tuhan juga memberkahi saya dengan daya juang yang tinggi. Saya putar otak untuk melawan si Depresi dan salah satu cara yang saya dapat adalah nge-blog.

Dengan rutin posting minimal 1 tulisan tiap bulan sejak Oktober 2016, saya mulai membangun kepercayaan diri saya. Saya bisa membuktikan pada si Depresi (dan pada diri saya sendiri) bahwa saya bisa konsisten.

Tak terasa sudah dua tahun berjalan, dan saya berhasil konsisten nge-blog minimal satu posting tiap bulan. Lihat tuh, Depresi. Saya nggak payah-payah amat, kan.

 

Bab 3 – Tahun 2019

Target saya 2019 adalah menambah frekuensi nge-blog jadi 2 kali perbulan. Kan sudah memasuki tahun ke-3 nge-blog, rasanya kurang seru kalau tidak ada perubahan. Sekalian jadi ajang pembuktian ke si Depresi. Saya ini bukan orang payah, atau biasa-biasa saja. Saya bisa upgrade, lho!

Sumber gambar: Giphy

 

********************************************************************************

Merasa depresi atau kenal orang yang menunjukkan gejala depresi? Jangan ragu untuk hubungi tenaga ahli atau lembaga-lembaga ini.

Sumber gambar: Pustekkom Kemdikbud

Kalau mau curhat dan tanya-tanya dulu sebelum ke tenaga ahli, bisa hubungi saya di sini.

 

*******************************************************************************

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Nodi.

Share this:

11 thoughts on “Blogku Penyembuhku: Melawan Si Depresi dengan Jadi Narablog

  1. Hai, Katya. Salam kenal dan terus menulis ya. Kita seumuran omong-omong.

    Saya juga mengalami depresi terselubung. Aslimya sejak SD mulai terasa, tapi baru dapat diagnosa psikolog waktu usia 22.

    Katya sama seperti saya yang melawan depresi dengan menulis. Bertemu orang baru dan bisa bertukar cerita, memang menambah semangat hidup. Obat itu memang kita sendiri yang ciptakan.

    Aku pasti rajin-rajin berkunjung ke blogmu, Katya. Tetap gembira ya.

    Love.

    1. Hi Poppy, salam kenal.
      Terima kasih udah mampir dan komen.
      Semoga perjuangan kita terus diberkahi ya.

      Saya berencana nulis lebih banyak tentang depresi dan penyakit mental.
      Harapannya supaya topik ini lebih banyak dibicarakan dan tidak jadi tabu.

      Saya juga akan sering main-main ke blog Poppy.
      Poppy sudah 6 tahun nge-blog, senior saya yang punya banyak hal yang bisa saya pelajari.

      Love,
      Katya

  2. Hi katya salam kenal. Kita punya pengalaman yang serupa ya. Saya juga pasca nikah dan pasca melahirkan kemarin sempat mengalami depresi. Lumayan berat sih depresinya, karena saya jadi kehilangan semangat hidup, bahkan hidup saya terasa hampa sekali. Jadi saya mencoba mulai terapi diri dengan menulis di blog, karena saya pernah baca kalau menulis itu bisa jadi self healing therapy.

    Dan ternyata benar, setelah kembali rajin menulis di blog, kondisi psikis yang saya alami perlahan mulai membaik hingga akhirnya hidup saya kembali normal seperti semula.

    Ya, menjadi blogger atau narablog memang memberikan kita banyak manfaat ya 🙂

    1. Hi Siska.
      Terima kasih sudah mampir dan komen.

      Saya sudah baca tulisan di blog Siska.
      Rasanya bersyukur Siska juga terbantu dengan menulis.

      Semoga resolusi Siska tahun ini tercapai dan sehat selalu ya 🙂

Tinggalkan Balasan ke Katya A. Canakya Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *