Satu Tahun di Jakarta

Perubahan. Satu-satunya yang kekal di dunia.

Melihat kembali satu tahun belakangan ini mengingatkan saya pada fakta ini.

 

Sesama penghuni Jakarta

 

Katya yang dulu tidak menyangka bakal bisa kerja kantoran. Katya yang dulu sudah nyaman dengan ritme hidup full-time freelancer. Mana mungkin bisa betah pukul 8 pagi sampai 5 sore kerja di satu tempat. Sampai akhirnya jenuh mendorong untuk berubah. Tahu-tahu sudah genap satu tahun jadi karyawan swasta.

Kadang saya meremehkan. Pesimis dengan kemampuan diri untuk berubah. Padahal berkali-kali sudah membuktikan pada diri sendiri.

 

Katya yang berpikir seumur hidup tidak bisa naik motor sendiri => Katya yang bisa nyetir motor Jogja-Magelang PP

 

Katya yang benci keringetan dan malas keluar => Katya yang niat bangun subuh-subuh untuk jogging

 

Katya yang ngeri setengah mati membayangkan benda masuk ke mata => Katya yang bisa pakai lensa kontak sendiri

 

Katya yang kecewa dengan dirinya yang tidak konsisten => Katya yang rutin nulis blog tiap bulan selama dua tahun

 

Satu tahun di Jakarta. Ini perayaan, pengingat. Masih ada kesempatan berubah, Katya.

 

 

なりたい私になっていく

足りないものを抱えていく

なりふりかまっていられないや

一秒でも早くそこへ

Ku ingin jadi diriku

Perlahan menjadi diriku

Sambil merangkul segala kekurangan

Tak peduli apa kata orang

Tak sabar tuk menjadi diriku

 

-Lirik lagu “Naritai” oleh Sakamoto Maaya
Terjemahan bebas oleh Katya-
Share this:

One thought on “Satu Tahun di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *