Mengenang Tumbuhnya Bibit Cinta: Dari Pacar Keling Hingga Kusuma Bangsa

Lika-liku kisah cinta saya dengan olahraga, khususnya lari, sudah pernah saya ceritakan sedikit. Memang dulu zaman SMA saya belum jatuh hati pada kegiatan lari, tapi setelah diingat-ingat, waktu itu sudah ada bibitnya.

Saya versi SMA suka menggerakkan kaki lebih daripada orang kebanyakan.

Selama tiga tahun saya berangkat dan pulang sekolah naik bemo (angkotnya Surabaya). Belum jam setengah enam, saya sudah stand by dalam keremangan menunggu bemo T2.

Tampak dalam bemo T2. Biasanya ada stiker “Mau turun kampus C, bilang sopir”. Luarnya warna coklat ke arah krem.

Continue reading “Mengenang Tumbuhnya Bibit Cinta: Dari Pacar Keling Hingga Kusuma Bangsa”

Share this: