Berkutat dengan Kebiasaan

Sudah sukses mengubah diri, dari yang tidak kuat lari 300 meter jadi sukarela ikut event lari 10 km. Pikirku semuanya akan lebih mudah. Saya bukan lagi manusia gagal yang tidak bisa konsisten. Toh saya sudah membuktikan bisa membangun kebiasaan lari dan mencapai hal yang tadinya tidak mungkin, kan?

Salah.

Demi mengubah diri dari “pembenci olahraga dan aktivitas berkeringat lainnya” menjadi “pelari amatir”, saya melalui proses membiasakan diri dengan hal-hal baru dan/atau tidak nyaman: berkeringat, meninggalkan kamar dan keluar ke jalan, kebiasaan itu sendiri. Bukan hal yang mudah, tapi ternyata bisa dilakukan. Mulai benar-benar dari sedikit, saya menumpuk sedikit-sedikit itu jadi bukit kebiasaan baru.

Sayangnya menjaga kebiasaan itu tidak mudah, setidaknya untuk saya. Sekarang saya tidak serutin dulu untuk lari. Padahal sudah dapat slot untuk half marathon bulan November nanti. Ikut HM, pertama kali pula. Harus rutin lari lagi dan mempersiapkan diri.

Rasanya payah karena gagal menjaga kebiasaan lari. Terus gimana? Ambil pendekatan yang sama dengan menghadapi hidup: Jatuh ya bangkit. Susah ya minta bantuan.

Saya cerita ke rekan-rekan kantor kalau saya suka lari. Mau ikut event. Ternyata ada juga yang hobinya sama. Kami pun mulai lari bersama tiap Minggu. Nama grup WA-nya 責任から走り隊, “pasukan yang mau lari dari kenyataan”, ha ha ha.

Selain kebiasaan lari yang ingin saya bangun kembali, saya juga sedang berusaha membiasakan diri untuk meditasi tiap hari. Setidaknya tiap bangun tidur dan sebelum tidur. Usaha saya meliputi mencatat kebiasaan ini setiap hari di aplikasi HP (sekarang sedang mencoba HabitBull).

Saya juga punya partner baru dalam evaluasi rutin. Tiap Kamis saya share progress dengan seorang teman yang saya kenal dari internet dan belum pernah tatap muka sama sekali. Saya cerita bagaimana saya menjalankan meditasi. Apa yang menurut saya perlu ditingkatkan, bagaimana caranya. Misalnya, minggu lalu sudah bisa rutin meditasi, tapi kualitasnya terasa kurang. Selanjutnya saya coba mengucapkan niat dulu, “saya mau meditasi”, dengan harapan melafalkannya akan membuat saya lebih fokus.

Membangun dan menjaga kebiasaan bukan hal yang mudah bagi saya. Sering kali saya merasa payah karena itu. Tapi saya tidak menyerah. Belum. Semoga usaha kali ini juga diberkahi Tuhan.

Share this:

4 thoughts on “Berkutat dengan Kebiasaan

  1. 100 sit up, 100 push up, 100 pull up, 10km running, 100 squat, every single day for 3 years.
    These are the key to be strong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *