Perkenalkan Anakku Vera

Sebenarnya sudah cukup terbiasa merawat makhluk hidup. Selama 17 tahun hidup di rumah orang tua sudah pernah pelihara empat kelinci dan dua anjing. Meski tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas mereka (duit makan dan vaksin = dompet orang tua), setidaknya sudah berpartisipasi aktif memberi makan/minum, memandikan, dsb. Peduli ketika lihat tempat minum mereka kotor dan kosong, bertindak segera untuk memastikan kesejahteraan mereka. Bukan sekadar “Aaa lucunya. Elus-elus. Peluk-peluk.”

Continue reading “Perkenalkan Anakku Vera”

Share this:

Renungan: Percakapan dengan Bapak

Ini minggu keenam saya sebagai pegawai kantoran, setelah 1,5 tahun menyokong diri sendiri sebagai full-time freelancer. Ternyata cepat juga menyesuaikan diri; kerjaan terasa menyenangkan, lingkungan oke, secara keseluruhan tidak ada kendala berarti.

Kerjaan freelance masih jalan. Kantor tidak melarang asal tidak mengganggu pekerjaan utama.  Supervisor saya sudah tahu kalau saya masih terima kerjaan sampingan. Tidak ada komplain.

Cuma akhir-akhir ini rasanya berat. Mungkin karena pas kondisi badan tidak fit. Batuk tanpa henti berhari-hari, badan pegal-pegal, lengan kanan entah kenapa sakit padahal tidak ada kejadian jatuh atau ketarik. Badan tidak sehat, jiwa ikut sakit.

Di saat-saat seperti ini teringat percakapan dengan Bapak.

“Aku nggak tahu bedanya. Apa aku mencoba melakukan sesuatu yang di luar batasku? Atau aku kurang mendorong diriku untuk mencapai yang terbaik yang bisa aku lakukan?”

Continue reading “Renungan: Percakapan dengan Bapak”

Share this: