Janji Anak dan Dengung Tawon

Mereka berdengung. Seperti tawon. Ya, mungkin mereka memang sekumpulan tawon. Manusia macam apa yang ngrasani keluarga almarhum di acara pemakaman?

Rahangku sakit. Tegang karena tenagaku terfokus padanya, menekan, menahan diri. Jangan sampai buat keributan yang tak perlu di hari duka ini. Aku menoleh ke arah Fahri. Rahangku pun akhirnya sedikit rileks.

Fahri masih bergerak ke sana ke mari. Menyapa tamu-tamu, mengedarkan air mineral dalam gelas plastik. Matanya kering.

Sedangkan orang-orang sibuk berdengung.

“Duh, mendadak sekali. Padahal kemarin Pak Burhan masih keluar siram-siram. Eh, lha kok besoknya….”

“Anaknya kok nggak nangis ya. Pasti seneng dapet warisan….”

Gusti. Oh, Gusti. Paringono sabar koncoku iku…. Sebatang kara ia sekarang. Ibunya sudah dipanggil bertahun-tahun lalu. Dan sekarang, di usia masih 21 tahun, ia harus kehilangan bapaknya, keluarga satu-satunya.

Gumam dan dengung terputus selama perjalanan dari rumah ke area pemakaman, tertelan oleh lantangannya alunan dzikir. Aku berjalan di samping Fahri, terus selama prosesi pemakaman hingga kami kembali lagi ke rumah.

Biasanya rumah ini memang sepi. Cuma Fahri dan bapaknya, wajar. Tapi kali ini sepinya terasa nyaring. Mungkin karena kontras. Baru beberapa menit lalu tempat ini dipenuhi bunyi dengung.

Di tengah sunyi ini Fahri berdiri. Di pinggir luar keluarga, tubuh menghadap ke pintu kaca yang memperlihatkan halaman. Halaman luas yang tadinya hobi ibu Fahri, tapi beberapa tahun ini jadi buah hati keduanya Om Burhan.

Dari samping mata Fahri terlihat kering dan kosong.

“Ris…”

Suara Fahri lirih, tapi aku mendengarnya dengan jelas.

“Aku udah janji sama Bapak jadi tadi nggak bisa….”

Fahri menoleh pelan-pelan sampai kepalanya menghadapku lurus-urus. Baru aku melihat matanya bergetar.

“Tapi kalau udah nggak di depan Bapak nggak pa pa kan ya? Iya kan?”

Aku bergegas menarik Fahri ke dalam pelukanku, karena itu aku tak sempat melihat air matanya jatuh. Hanya terasa di pundakku.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *