[Puisi] Kabur, Samar

Ke mana wajahmu

Kucari-cari tapi tak ada

Lekukan hidung

Bulu mata panjang atau pendek

Lenyap dari seluruh sudut ingatan

Sisanya garis-garis ambigu pembentuk wajah

 

Aku salahkan waktu

Aku salahkan perpisahan

Tapi aku yang lain

Aku yang sembunyi di lubuk hati terdalam

“Mungkin karena tak pernah benar-benar melihat”

Memang tak ada, mana mungkin diada-adakan

 

Peduli, kasih

 

Dan ku kembali mengutuk

Hati yang tak mengenal rasa

Hanya satu: ego

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *