Belajar Bahasa dari Subtitle: “Full Metal Panic! One Night Stand”

Karena memang minat dengan bahasa, apalagi pernah dua tahun lebih menerjemahkan subtitle acara TV dan film untuk menghidupi diri, saya jadi sering memperhatikan subtitle ketika nonton sesuatu.

Kapan lalu saya nonton film animasi Jepang, “Full Metal Panic! 2nd Section – One Night Stand“. Ini salah satu judul di serial “Full Metal Panic!” yang berawal dari light novel terbitan tahun 1998, lalu diadaptasi jadi anime, komik, dan game. Ceritanya tentang Sousuke Sagara, remaja laki-laki yang hidup besar di medan perang dan sekarang jadi anggota organisasi militer anti-teroris. Dia ditugaskan melindungi Kaname Chidori, remaja perempuan Jepang yang karena alasan tertentu ditarget oleh banyak organisasi berbahaya.

Film yang baru saya tonton ini dirilis tahun 2017 dan bagian kedua dari tiga digest film yang merangkum 24 episode dari musim pertama serial anime Full Metal Panic! (tayang tahun 2002). Saya sudah nge-fans serial ini sejak nonton animenya di TV7 waktu SD kelas 4 (siapa yang masih ingat TV7?). Seneng banget lihat filmnya tersedia di iflix.

Tonton di iflix:

Full Metal Panic! 1st Section – Boy Meets Girl

Full Metal Panic! 2nd Section – One Night Stand

Full Metal Panic! 3rd Section – Into the Blue

Continue reading “Belajar Bahasa dari Subtitle: “Full Metal Panic! One Night Stand””

Share this:

6 Tips Multitasking untuk Semua Kalangan

Hidup biasanya menuntut kita untuk bisa multitasking. Di saat sibuk dengan tugas-tugas kuliah atau kerja, muncul urusan rumah yang harus ditangani. Belum lagi kegiatan-kegiatan bersama teman atau rekan komunitas. Tidak jarang kita dipaksa menangani semuanya sekaligus.

Ilustrasi: lelah dengan hidup dan boboan aja. Model: Milo

Kalau dibandingkan, saya tipe yang lumayan bisa multitasking. Dulu waktu kuliah semester 7, saya ambil SKS sampai batas maksimal, ini termasuk skripsi. Selain itu saya juga bekerja sebagai penerjemah freelance. Dan tidak hanya menerjemahkan sendiri, saya juga mengelola dua tim penerjemah sekaligus.

Dua tahun terakhir juga cukup padat. Bekerja di kantor 5 hari seminggu, disambi mengelola satu tim penerjemah untuk proyek rutin. Ada bulan-bulan tertentu yang ketambahan job penerjemahan buku. Di sela-sela bekerja, saya masih sempat olahraga rutin, sosialisasi, melakukan hobi menulis, nonton drama dan main medsos.

Memang kondisi saya relatif memudahkan. Saya tinggal sendiri, rumah dekat kantor, dan pekerjaan kantor jarang lembur. Ini memberi saya lebih banyak waktu dan energi karena tidak perlu berurusan dengan kemacetan jalan dan sebagainya.

Mungkin kondisi teman-teman kurang fleksibel dibandingkan dengan saya. Tapi tips-tips yang saya sampaikan di sini semuanya hal-hal mendasar yang bisa diaplikasikan ke kondisi apa pun. Silakan dicoba dan semoga membantu ^^

Continue reading “6 Tips Multitasking untuk Semua Kalangan”

Share this:

Napak Tilas Osaka Bersama Ibu

November 2018 saya ke Jepang bersama mantan teman berantem dan menghabiskan 7 hari mengenal dia lebih jauh. November tahun ini lagi-lagi saya ke Jepang. Bedanya kali ini saya pergi bersama ibu saya. Baru ini saya wisata berdua saja dengannya.

Tempat tujuannya juga istimewa: Osaka, tempat saya menghabiskan 1 tahun untuk program pertukaran pelajar di tahun 2013-2014. Sejak program itu, saya belum kembali menginjakkan kaki di Osaka.

Kembali

Kampus tempat saya belajar dulu ada di daerah utara Prefektur Osaka, yaitu di Minoh. Sekitar dua tahun lagi, kampus ini akan pindah lokasi. Makanya beruntung banget bisa kembali ke sana sebelum pindah, ditambah lagi bersama dengan ibu.

Continue reading “Napak Tilas Osaka Bersama Ibu”

Share this: