Mengembalikan Kecintaan pada Buku dengan Scribd

Dulu waktu SD saya betah duduk berjam-jam untuk membaca buku. Novel-novel Harry Potter saya lahap habis, karya J.R.R. Tolkien yang berjudul The Hobbit saya baca berkali-kali. Sayanganya semakin bertambah usia, saya merasa makin sulit membaca. Mau mulai membaca tulisan sepuluh ribu kata saja rasanya berat (btw novel Harry Potter yang pertama edisi bahasa Inggrisnya ada 76.944 kata).

Saya suka mencatat buku-buku yang saya baca di akun Goodreads, sudah punya akun ini dari SMA. Tapi dari tahun ke tahun jumlah buku yang saya baca makin sedikit. Tahun 2018 saya selesai membaca 4 novel, 1 kumpulan cerita pendek, dan 1 komik. Sedangkan tahun lalu saya menamatkan 3 novel dan 24 jilid komik Slam Dunk, plus mencoba 1 novel yang ternyata saya tidak suka dan berhenti baca di tengah-tengah.

Continue reading “Mengembalikan Kecintaan pada Buku dengan Scribd”
Share this:

Belajar Menangis

Dulu saya tidak terbiasa menangis. Kata ibu dari kecil saya memang sudah biasa apa-apa sendiri, jadi mungkin karena itu jarang merengek.

Nggak cuma perkara kehidupan nyata, saya juga nggak ada ingatan zaman dulu nangis karena cerita fiksi. Adegan Sai menghilang selamanya dari sisi Hikaru di episode terakhir Hikaru no Go, dan momen-momen mengharukan lainnya, meski sukses membuat saya sedih atau terharu, tapi gagal membuat air mata menetes.

Continue reading “Belajar Menangis”

Share this:

Tembang Kenangan: Belajar “Dunia” dari Lagu Anime

Saya mulai belajar bahasa Jepang dari SD secara otodidak. Berarti sudah lebih dari separuh hidup saya belajar dan menggunakan bahasa ini untuk komunikasi. Meski sudah lama, saya masih ingat salah satu kata bahasa Jepang yang saya pelajari dulu. Bukan kata yang pertama, tapi termasuk yang paling awal.

Waktu itu saya masih SMP. Entah kelas berapa, tidak ingat persisnya. Zaman itu saya sering duduk di depan TV untuk nonton kanal Animax Asia. Banyak judul anime yang saya tonton di kanal itu, bahkan meskipun tidak mengikuti jalan cerita animenya setidaknya saya tahu lagunya.

Continue reading “Tembang Kenangan: Belajar “Dunia” dari Lagu Anime”

Share this: