Halo Tahun 2021

Tanggal 30 Desember tahun 2020, saya pergi ke psikolog untuk konseling. Harusnya jadwal konselingnya dua minggu sebelum itu, tapi saya merasa kerjaan lagi nggak bisa ditinggal dan memutuskan untuk menunda.

Di sesi terakhir tahun 2020, kami sempat membahas target masa depan. Waktu itu saya kondisinya tidak down, sudah sekitar sebulan tidak mengalami episode depresi yang sampai lumpuh tidak bisa ngapa-ngapain. Meski begitu, rasanya masih susah memikirkan target ke depan. Seperti ada tirai gelap dengan sedikit jarak dari mata, yang kelihatan cuma sekitaran saya saja. Noleh ke belakang kelihatan gelap, ke depan ya sama saja.

Hari itu tidak terlihat yang namanya harapan.

Continue reading “Halo Tahun 2021”
Share this:

Tembang Kenangan: Lagu 1-10

Maaf saya lupa ini sumbernya dari mana, bertebaran di Twitter.
Continue reading “Tembang Kenangan: Lagu 1-10”
Share this:

Tembang Kenangan: YUI

Di Jepang lagi nge-tren yang namanya “THE FIRST TAKE“, channel Youtube yang mengundang berbagai penyanyi/musisi untuk menampilkan lagu mereka dengan satu kali rekaman saja. Nggak bisa rekaman ulang kalau salah, apa pun yang terjadi the show must go on.

Kapan lalu THE FIRST TAKE ngadain online festival dengan beberapa artis, salah satunya YUI. Begitu lihat nama YUI di daftar artisnya, saya langsung stand by menunggu jam tayangnya.

Continue reading “Tembang Kenangan: YUI”
Share this:

Yang Saya Rasakan Ketika Depresi

Sudah beberapa kali saya menulis pengalaman saya menghadapi penyakit depresi. Sekilas tentang pikiran-pikiran bunuh diri yang saya miliki, serta apa yang saya lakukan ketika pikiran-pikiran itu begitu lantang dan mengganggu aktivitas saya sehari-hari.

Waktu pertama kali menulis pengalaman saya di blog, orang-orang di sekitar saya merespon dengan memberikan dukungan. Cuma yang menarik, ada beberapa kenalan yang mengungkapkan rasa kaget mereka. Mereka bilang, “Nggak nyangka kamu depresi.”

Wajar mereka tidak tahu. Karena dulu saya memang tidak pernah cerita. Apalagi saya juga pada umumnya terlihat baik-baik saja. Bisa kuliah/kerja. Bisa berinteraksi dengan orang lain. Bukan yang setiap saat kelihatan murung atau tiba-tiba menghilang berhari-hari. Ternyata memang ada tipe depresi yang seperti itu. Secara umum terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya merasakan sakit.

Ini ada video sekitar 10 menit yang bisa menggambarkan apa yang saya rasakan selama ini. Sebelumnya saya mau sampaikan, saya belum pernah didiagnosa mengidap “High Functioning Depression / Persistent Depressive Disorder” yang dibahas di video ini. Diagnosa saya dua tahun lalu adalah mild depression. Tahun ini saya konseling dengan psikolog, tapi kami tidak membahas label untuk penyakit saya. Saya tidak mendukung self diagnose jadi saya tidak mau melabeli diri dengan tipe depresi ini kecuali ada diagnosa dari psikolog atau psikiater. Di sini saya cuma mau memberikan gambaran karena gejala-gejala yang dibahas di video ini sama seperti yang saya rasakan.

Continue reading “Yang Saya Rasakan Ketika Depresi”
Share this: